Temuan Limbah APD, IDI Kabupaten Bogor Lakukan Langkah ini

Inilah tumpukan sampah APD di Tenjo. IST

CIBINONG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, akan melakukan
komunikasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) dan para pihak yang berkaitan, mengenai temuan sampah limbah APD di Tenjo dan Kecamatan Cigudeg, beberapa waktu lalu. Ketua IDI Kabupaten Bogor, Gioseffi Purnawarman mengaku prihatin dengan temuan limbah medis tersebut. Sebab, pasca digunakan, APD atau jenis alat medis lainnya tidak boleh dibuang secara sembarangan.

“Saya akan berkomunikasi dahulu dengan Persi, Asklin dan pihak terkait, juga dengan pemangku amanah wilayah, dengan Dinkes terkait. Kami bersama-sama akan memantau,” kata Gioseffi, Minggu (7/2/2021).

Menurutnya, banyak pihak yang menggunakan APD selama pandemi ini. Namun untuk fasilitas kesehatan FKTP (tempat pelayanakan kesehatan primer seperti klinik atau puskesmas) dan FKTL (tempat pelayanan kesehatan lanjutan atau rumah sakit rujukan), sudah ada regulasi dan petunjuk pengelolaan limbah medis. Baik itu dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Lingkungan Hidup.

Sehingga, kata dia, sosialisasi harus terus dilakukan mengenai pengolahan limbah APD bagi pengguna perorangan maupun non-instansi. Semua harus mengetahui bagaimana cara membuang limbah APD yang aman dan tidak mencemari lingkungan. “Perlu disosialisasikan dengan massif. Bagaimana cara membuang limbah medis ini denhan aman dan tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, limbah berisikan APD ditemukan secara beruntun dalam kurun waktu dua hari, Selasa dan Rabu pekan lalu. Masing-masing 17 karung di Kecamatan Tenjo, dan 55 karung di Kecamatan Cigudeg. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menduga sampah limbah (APD) yang ditemukan di wilayah Tenjo dan Kecamatan Cigudeg, berasal dari Tangerang.

“Ya diduga sampah (APD) ini dari Tangerang, dari hotel dan lain-lain. Ini masih diduga, tetap kita waspadai dan pantau. Karena penanganannya tidak bisa sembarangan,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan, Achmad Zaenudin.

Menurutnya, kasus pembuangan limbah medis tersebut sudah ditangani tim puskesmas, kecamatan, kepolisian hingga koramil. Temuan tersebut juga sudah dibuatkan berita acaranya. “Limbahnya ada hazmat, handskun, kardus bekas makanan dan lain-lain,” ungkapnya. MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.