Tempati Urutan ke- 287 Daerah Paling Rawan, 1.283 Bencana Terjadi di Kabupaten Bogor Sepanjang 2021

Bencana banjir bandang di Gunung Mas Puncak, beberapa waktu lalu. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.283 bencana terjadi di wilayahnya sepanjang tahun 2021.

Jumlah tersebut diketahui menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 1.337 bencana.

Berdasarkan data BPBD, dari ribuan bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor tersebut didominasi oleh tanah longsor, angin kencang, dan banjir.

Tingginya angka bencana di Kabupaten Bogor ini pun mulai diantisipasi dengan kesiapan personel.

Memimpin langsung apel siaga pasukan, Wakil Bupai Bogor Iwan Setiawan menyebut langkah itu dilakukan karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara geografis dan topografisnya cukup labil sehingga rawan bencana seperti longsor dan angi puting beliung serta banjir.

“Bahkan karena tingginya tingkat kerawanan bencana, pada tahun 2020 BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerentanan sedang dalam kerawanan bencana, dengan urutan ke-287 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia,” kata Iwan usai memimpin apel pasukan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (8/3).

Menurutnya, kesiapsiagaan pasukan untuk melakukan mitigasi bencana harus dilakukan. Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga tengah berjuang untuk melakukan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

“Jadi mitigasi ini sangat penting untuk menjaga dan meminimalisir risiko bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” jelas Iwan.

“Kepada seluruh personel gabungan yang akan bertugas, saya minta agar memaksimalkan kesiapsiagaan, pengawasan dan sinergi dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam,” ungkap Iwan.

Sementara pada akhir tahun 2021, Berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis ada banyak sekali wilayah di Kabupaten Bogor yang rawan diterjang bencana.

Dari rilis yang dilakukan, BMKG mencatat wilayah rawan tersebut di antaranya
kecamatan Cibinong, Citeureup, Babakan Madang, Sukaraja, Bojonggede, Tajurhalang, Kemang, Rancabungur, Ciomas, Dramaga, Tamansari, Ciawi, Megamendung, Cijeruk, Caringin, Cigombong, Pamijahan, Tenjolaya, Leuwiliang, Ciampea, Nanggung, Leuwisadeng, Rumpin, Cibungbulang, Tanjungsari, Sukamakmur.

Menyikapi itu, Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan mengatakan jika kondisi alam di Kabupaten Bogor ini berbeda dengan wilayah lainnya.

“Kabupaten Bogor ini tidak masuk zona mana-mana karena berbeda kondisinya seperti yang diprediksikan oleh BMKG selalu berbeda. Seperti di daerah lain jika terjadi angin besar itu biasanya karena lalina atau muso, tetapi Bogor tidak begitu,” kata Yani Hassan beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi lainnya dalam upaya mitigasi bencana tersebut. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.