Tempati Tanah Desa Bobojong 20 Tahun, 17 Pemilik Bangunan Diminta Angkat Kaki

CIANJUR –Sebanyak 17 pemilik bangunan rumah dan warung yang tinggal di tanah milik Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, diminta agar mengosongkan lahannya akhir bulan ini. Setelah diadakan rapat pertemuan antara pihak warga dan pemerintah desa dikantor Balai Desa Bobojong, Rabu (24/3/2021).

Pada bulan April tahun 2021 mendatang warga diminta segera angkat kaki. Salah satu warga Winarni (60) yang tinggal dilahan Desa Bobojong, meminta keringanan waktu pindah dari tempat yang telah diduduki selama 20 tahun lalu. Alasannya, suasana saat ini, sedang pandemi covid-19 dan akan menghadapi bulan puasa.

“Memang jika diminta untuk mengosongkan lahan secepat ini, belum siap. Karena usaha saat ini, sedang mengalami kesulitan dan belum memiliki lokasi lahan untuk pindah,” keluh Winarni warga Kampung Ciptaharja, kepada wartawan (Rabu (24/3/2021).


Menurutnya rata-rata warga mengontrak tanah mulai dari tahun 2002 lalu. Bahkan, beberapa warga sudah mendirikan bangunan untuk rumah bukan warung lagi disepanjang pinggir jalan ini. “Dulu saya sewa lahan seluas 70 meter ini untuk usaha. Sedangkan setiap bulannya saya bayar sebesar Rp 200 ribu perbulan. Tapi tiba-tiba, dalam pertemuan tadi di balai desa lahan tersebut, harus dikosongkan tanggal 31 Maret. Kalau bisa jangan sampai karena saat ini sedang covid, kenapa harus setega itu dibongkar, kami lagi susah belum tahu harus kemana pindah,” terangnya.


Sementara itu Camat Mande Yuda Azwar membenarkan jika berdasarkan informasi yang terima dari Kepala Desa (Kades) Bobojong itu benar adanya lahan yang ada di Kampung Ciptaharja merupakan aset desa yang akan dibangun untuk kepentingan Kantor desa. “Iya benar, lahan tersebut merupakan lahan milik Desa bobojong. Yang mana saat ini tengah melakukan penataan lahan milik Pemerintah Desa Bobojong salah satunya di Kampung Ciptaharja,” kata Yuda kepada wartawan Rabu (24/3/2021).


Menurutnya, lahan yang diminta pemerintahan Desa Bobojong tersebut memang sudah sangat lama disewakan namun tidak jelas alurnya. “Memang berdasarkan keterang dari pihak kepala desanya, lahan tersebut awalnya disewakan untuk digunakan usaha, tapi pada kenyataannya, sekarang malah dibangun rumah tinggal. Bahkan ada yang tengah membangun seperti kost-kostan,tanpa sepengetahun pihak desa selaku pemilik lahan,” pungkasnya= SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.