Tangani Inflasi Daerah, Beras Hasil Petani Minta Disalurkan ke Masyarakat

PLH Sekda kabupaten Bogor, Suryanto bersama Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawati saat menyampaikan penanganan inflasi. Age | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Daerah mengaku memerlukan sebanyak 39 persen produk pertanian untuk mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat dalam menghadapi inflasi di Kabupaten Bogor. Meskipun begitu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Suryanto menyebut kalau stok bahan pangan akan terus stabil selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

“Upaya yang kita lakukan itu adalah kegiatan pertanian agar bisa terus meningkat, jadi kita dari sisi produksi kabupaten bogor beras memang tanpa el Nino tidak cukup. Maka harus impor dari daerah tetangga dan mempertahankan lahan sawah yang ada, baik untuk meningkatkan produktivitas maupun melalui gerakan pangan murah,” katanya.

Ia menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor juga bekerja sama dengan Bulog untuk menekan inflasi dengan cara operasi pasar dibeberapa wilayah di Bumi Tegar Beriman. “Jadi intinya dengan Bulog di kabupaten bogor ini kita bekerja sama dengan melakukan inflasi kenaikan harga dengan cara operasi pasar. Dan kita berharap kalau beras ini tetap dengan harga tinggi agar para petani mengalami keuntungan,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Asep Mulyana bahwa produk beras pertanian yang dibutuhkan sebanyak 39 persen atau dibawah 40 persen. “Jadi produk beras pertanian kita untuk memenuhi pangan di Kabupaten bogor hanya 39 persen atau dibawah 40 persen. Dan antisipasinya, kita juga terbantu dengan Daerah Karawang, Cianjur, dan wilayah Bogor Barat untuk memperoleh beras Bulog ini,” ucapnya.

Bahkan ia mengungkapkan kalau ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Bogor masih aman selama tahun 2024. “Ketersediaan pangan di kabupaten bogor ini untuk tahun 2024 alhamdulilah yang beredar dikalangan masyarakat selain operasi pasar, gerakan pangan murah, kita juga sedang memfasilitasi penyerahan bantuan pangan dari pusat yang 10 kg/KPM dan diperuntukan bagi 400.176 KPM,” ungkapnya.

Asep juga memaparkan bahwa pihaknya pun sedang mendistribusikan bantuan pangan ke masyarakat yang terdampak bencana alam sebanyak 250 gram/orang dalam sehari. “Bantuan semua ini bertujuan untuk memastikan persediaan pangan di Kabupaten Bogor terpenuhi,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawati mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menggelar kegiatan bazar murah untuk menekan inflasi bahan pangan di Kabupaten Bogor. “Kali ini kita sedang menggelar kegiatan seperti bazar murah, dan ini bukan kali pertama tapi ini sudah ke dua kalinya dan sebelumnya itu kita gelar di pasar Cibinong. Insyaallah inflasi kabupaten bogor tetap terjaga dan dipastikan aman,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.