Tender 151 TIK Disdikbud Tuai Kontroversi, Ini Penyebabnya

0

CIANJUR – Tender 151 alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimenangkan PT Sinar Mamosa Pratama, dari Kota Bandung, untuk Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, menuai kontroversi.

Apalagi pelaksanaan tender yang menelan anggaran Rp55 miliar dilakukan pada akhir 2020 lalu, sehingga hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kalangan pengusaha yang ada di Kabupaten Cianjur.

Berdasrakan informasi yang dihimpun, Pakuanraya.com, pengadaan sarana alat penunjang kegiatan belajar mengajar jarak jauh dengan menggunakan sistim Audio Video Comference’ di SD sebesar Rp35,3 miliar.

Sedangkan pengadaan sarana alat penunjang kegiatan belajar mengajar jarak jauh dengan menggunakan sistim Audio Video Comference bagi SMP senilai Rp19,9 miliar.

“Jika dilihat dari nominal nilai harganya sangat fantastis. Apalagi setiap sekolah tersebut, nilainya mencapai Rp300 juta lebih. Itu kan sangat luar biasa, disepanjang sejarah Disdikbud Kabupaten Cianjur, baru ada tahun ini,” kata salah seorang pengamat dunia pendidikan Cianjur, Galih Wedaswara Minggu (24/1/2021).

Menurutnya, berdasarkan data dari hasil penulusuaran dilapangan, pengadaan sarana alat penunjang kegiatan belajar- mengajar jarak jauh dengan menggunakan sistim Audio Video Comference disetiap sekolah tersebut. Terlebih barang tersebut, terbagi dalam sepuluh item di antaranya interactive flat panel 75 (Twin Miror Interactive Flat Panel) nilainya mencapai Rp140 juta lebih.

“Kami kira, speck barang ini yang paling bagus dan terbaik disepanjang jaman. Makanya nilainya pun sangat fantastis yang paling besar menyedot anggaran yang sudah teralokasikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi mengaku tidak mengetahuai ada proyek pengadaan sebesar Rp 55 miliar dilingkungan Disdikbud Kabupaten Cianjur yang sudah dilelangkan atau ditender pada tahun 2020 lalu.

“Kok aneh ya, waktu rapat kerja bersama Disdikbud Cianjur kemarin. Soalnya tidak membahas soal pengadaan alat sebesar itu. Seharusnya legislatif diajak koordinasi terkait pengadaan barang ini. Coba nanti, kami akan meminta data lengkapnya dari Disdikbud.” tegas Sahli.

Hal yang sama diungkapkan Susi Susilawati anggota legislator dari PDI Perjuangan. Dia mengaku baru mendengar soal pengadaan tersebut. Susi lebih menekankan soal pemanfaatan barang yang saat ini sudah di luncurkan.

“Soalnya pemanfaatannya harus sesuai dengan kebutuhan sekolah. Artinya jangan sampai sekolah butuhnya barang A yang datangnya malah C,” pungkasnya = SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.