Tak Kunjung Selesai, Pemkab “Paksa” 80 PKL untuk Masuk Rest Area Gunung Mas

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Lama tak terdengar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini kembali merencanakan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) Puncak untuk direlokasi ke Rest Area Gunung Mas.

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menyebut optimalisasi pemanfaatan Rest Area sebagai wadah bagi para PKL dan upaya mempercantik wajah di kawasan Puncak itu sampai saat ini belum terasa manfaatnya secara maksimal.

Hal tersebut ditegaskan Asmawa usai menggelar rapat dengan beberapa pihak terkait dalam operasional Rest Area Gunung Mas di Kantor Bupati, Sekretariat Daerah (Setda) Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (12/6/2024).

“Jadi saya telah mengundang pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan optimalisasi pemanfaatan Rest Area Gunung Mas yang ada di Puncak, kecamatan Cisarua. Karena ini rapat ketiga, pertama prinsipnya semua pihak bersepakat punya komitmen yang sama, untuk segera memanfaatkan rest area yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu dengan anggaran yang lumayan besar, tapi kemudian sampai sekarang belum bisa dirasakan manfaatnya secara optimal,” kata Asmawa.

Asmawa tak menampik ada sejumlah persoalan dalam upaya penertiban PKL dan memindahkannya ke Rest Area Gunung Mas. Salah satunya adalah kekhawatiran para pedagang yang takut jualannya tidak bisa berjalan dengan baik.

Berdasarkan data yang dia ungkapkan, masih ada sekitar 80 PKL di kawasan wisata Puncak yang menolak untuk direlokasi. Sementara sebagian besar dikatakannya sudah mengambil kunci kios yang ada di dalam Rest Area Gunung Mas.

“Total ada sekitar 600 kios, dimana 300 di antaranya sudah mengambil kunci dan sekitar 160 pedagang sudah menempati kios. Sementara yang masih menolak itu sekitar 80-an pedagang,” jelas Asmawa.

Dia tak menampik masih banyak kekurangan fasilitas pada Rest Area Gunung Mas tersebut yang ditenggarai menjadi salah satu penyebab masih ada para PKL yang menolak untuk direlokasi.

“Masalah fasilitas yang kurang, iya. Misalnya dari sisi air bersih, tempat sampah. Tapi ini sementara kita benahi sampai pada akhirnya saat dioperasionalkan ini semua sudah siap juga,” tururnya.

Berkaitan dengan kekhawatiran para PKL, Asmawa mengaku telah membuat skema agar para pedagang di Rest Area Gunung Mas nantinya bisa banyak dikunjungi pengunjung. Yakni dengan membuat pintu keluar masuk yang terintegrasi.

“Beberapa fasilitas yang kita tawarkan kepada para pedagang di sana adalah pintu keluar masuknya kita atur sehingga semua yang masuk ke gunung mas itu bisa melewati rest area itu kan peluang,” jelasnya.

Karena itu, Asmawa berharap sekitar 80 PKL yang masih menolak dan enggan direlokasi ke Rest Area Gunung Mas untuk bisa segera memanfaatkan fasilitas yang disediakan.

“Harapan kami semua bisa tertampung di rest area itu, secara perlahan kita ingin pastikan rest area itu memang layak dijadikan area berdagang,” tandasnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.