Tak Ingin Meleset, Pemkab Bimtek Kecamatan Bantu Desa Kelola SamiSade

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada aparatur kecamatan di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah. Diskominfo for Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, memberikan pelatihan khusus kepada aparatur di kecamatan dalam pengelolaan anggaran Satu Miliar Satu Desa (SamiSade), di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah (Setda), Cibinong, Senin (21/6/2021).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah mengungkapkan, kecamatan menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu para kepala desa dalam mengelola anggaran SamiSade.

Harapannya, kata dia, agar penggunaan anggaran tersebut bisa tersalurkan dengan baik.

“Melalui Bimtek ini, kita bekali mulai dari cara menginput sampai pengelolaannya. Karena menggunakan aplikasi, maka bimtek ini sangat penting untuk dilakukan,” kata Renaldi.

Pada program SamiSade, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelontorkan anggaran daerah hingga Rp318,4 miliar. Anggaran tersebut dibagikan kepada 356 desa di Kabupaten Bogor.

Di tahap pertama ini, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mencairkan anggaran SamiSade sekitar 40 persen dari total anggaran kepada 54 desa.

Melalui program SamiSade, Pemerintah Kabupaten Bogor bertekad membangun desa. Dimana pekerjaan prioritas yang dilakukan itu mengarah kepada infrastruktur di tiap desa, termasuk pemberdayaan masyarakat dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, Renaldi berharap ada kolaborasi yang baik antara pihak kecamatan juga desa dalam menjalan program SamiSade ini.

“Jadi harus bersinergi ya agar program ini berjalan dengan baik, transparan dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” jelas Renaldi.

Diketahui sebelumnya, Bupati Ade Yasin, menaruh harapan besar kepada para kepala desa melalui program Satu Miliar Satu Desa (SamiSade). Menggelontorkan anggaran negara hingga Rp318,4 miliar, Pemkab ingin infrastruktur di pedesaan bisa berkembang.

Ade Yasin pun mengaku telah mempercayakan pengelolaan anggaran tersebut kepada para kepala desa. Dia tidak ingin ada pengkhianatan yang dilakukan desa dalam program tersebut.

“Kami telah menyerahkan pengelolaan anggaran ini kepada desa. Maka semua harus berkomitmen, harus dikerjakan dengan baik, karena kami ingin desa membangun agar bisa terus berkembang,” kata Ade Yasin.

Menurutnya, proses pengajuan program SamiSade pun berjalan sangat ketat. Setiap desa, sebelumnya terlebih dulu dilakukan verifikasi. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Menyadari rawannya penyimpangan, Pemkab Bogor melibatkan beberapa instansi untuk melakukan pengawasan. Mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, hingga tokoh masyarakat.

“Pada tahap pertama ini kami baru mencairkan 40 persen dari total anggaran untuk 54 desa, sementara total desa yang mendapatkan ada 356 desa. Kami lakukan dua tahap,” ungkap Ade Yasin.

Dia pun optimis jika program SamiSade ini bisa dilaksanakan dengan baik oleh desa. “Harus yakin, dan kami punya tujuan untuk membangun infrastruktur desa agar perputaran ekonomi bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan konsep padat karya, pengerjaannya juga melibatkan masyarakat sekitar,” tandas Ade Yasin. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.