Tak ada WFH, ASN di Cianjur Normal Bekerja

CIANJUR–Selama dua hari dari sejak pasca libur dan cuti Idul Fitri 1445 Hijriah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, tidak memberlakukan bekerja di rumah (work from home) terhadap aparatur sipil negara (ASN) selama dua hari pascalibur dan cuti Idul Fitri 1445 Hijriah. Namun, bagi ASN yang mudik terjebak macet diberikan toleransi.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Adairobbi, mengatakan jika kebijakan WFH bagi ASN selama dua hari dari sejak tanggal 16-17 April yang sudah disetujui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Namun bagi Pemkab Cianjur, lebih memilih tidak memberlakukan kebijakan tersebut.


“Memang kami tidak memberlakukan WFH pada 16 dan 17 April 2024. Tapi kita mentoleransi apabila ada ASN yang mudik ke luar Jawa tapi dalam perjalanan pulang terjebak kemacetan,” kata orang yang sering disapa Robbi, kepada wartawan Rabu (17/4/2024).


Namun, kata Robbi bagi ASN yang mengalami kondisi tersebut, disarankan untuk berkoordinasi dengan Bagian Kepegawaian di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun tentunya ketidakhadiran saat masuk kerja pada hari pertama seusai libur dan cuti bersama Idul Fitri 1445 Hijriah harus disertai alasan yang jelas.


“Selama ini, kami memang terus memantau melalui sistem absensi. Apalagi sekarang kan sistemnya sudah online. Jadi kita monitor terus. Kalau ada ASN yang tidak masuk tanpa memberikan keterangan jelas, tetap kita akan berikan sanksi,” tegasnya.


Menurutnya, pada hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama Idul Fitri 1445 Hijriah, tingkat kehadiran ASN diperkirakan mencapai 98,8%. Prakiraan angka itu didasari berbagai faktor pertimbangan. “Mungkin saja ada yang masih cuti atau sakit. Terus, persentase ASN di lingkungan Pemkab Cianjur yang mudik ke luar Jawa itu sangat kecil,” terangnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, membenarkan jika tugas ASN sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara tentu harus jadi prioritas. Terlebih, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1445 Hijriah yang diberikan cukup panjang.


“Kemarin kan sudah ada libur Lebaran. Kita reset lagi ke titik nol bagaimana kita berinteraksi dengan semua. Makanya, saat melaksanakan tugas, kita harus mendapatkan energi yang baru, suasana yang lebih fresh, yang lebih segar. Sehingga berdampak terhadap peningkatan kinerja yang lebih baik,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.