‘Tak Ada Perlawanan’, Ratusan Bangli Dibongkar dan Akan Dijadikan Taman Pedestrian

Proses pembongkaran ratusan bangunan liar di sepanjang jalan simpang Salabenda menuju arah Semplak berlangsung kondusif. Fahri | Pakar

KEMANG – Ratusan bangunan liar (bangli) yang berdiri di ruas jalan Simpang Salabenda arah Semplak (Lanud ATS), dibongkar oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor dengan tim gabungan dari unsur Satpol PP, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemdes DKPP, DLH, UPT PSDA dan lainnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridho menegaskan, giat penertiban berlangsung kondusif dengan menurunkan 300 personil gabungan serta tiga alat berat.

“Giat ini adalah bentuk penegakan peraturan daerah, karena bangunan liar ini menggunakan lahan negara. Sekaligus menyelamatkan fungsi drainase untuk mencegah terjadinya banjir akibat penyempitan dan penutupan saluran air,” papar Agus Ridho, Jumat (18/6/2021).

Camat Kemang, Edi Suwito mengatakan, pihaknya sangat mendukung giat penertiban bangunan – bangunan liar, guna tertata dan terkelolanya ruang sarana publik maupun infrastruktur.

“Dengan giat ini, damija atau lahan negara akan tertata dengan baik. Drainase sebagai infrastruktur serta pedestrian bagi pejalan kaki akan lebih terawat dan terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Layanan Masyarakat dari UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, Yulianti Juhenda mengatakan, pihaknya sangat mendukung giat penertiban tersebut dan turut menurunkan alat berat.

“Tentu sesuai tupoksi kami, giat ini sangat penting dilakukan agar sumber daya air tetap tertata dan terjaga. Kami juga rutin melakukan pengawasan dan koordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Bogor,” jelas Yuli, sapaan akrabnya.

Sedangkan Kepala Desa Parakan Jaya, Suhendar mengatakan, proses pembongkaran bangunan liar kondusif karena sejak awal sudah dilakukan sosialisasi dan pendataan secara persuasif kepada para pemilik bangunan atau pedagang.

“Jumlahnya ratusan dan sudah lama berdiri. Sebagian besar memang warga desa sini, tapi ada sebagian yang milik orang luar. Sudah banyak juga yang dibongkar duluan oleh pemiliknya,” ujar Suhendar. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.