Tak Ada Masalah Lagi Terkait Status Karyawan Eks RS Lapangan

Para pekerja eks Rumah Sakit Lapangan saat berfoto bersama. IST

BOGOR – Operasional Rumah Sakit Lapangan sudah resmi diberhentikan, salah satunya adalah nasib para karyawan yang bekerja di RS Lapangan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor, Elia Buntang mengatakan, apa yang diterapkan di RS Lapangan itu berdasarkan kondisi darurat, sehingga diperbolehkan hanya melakukan kontrak selama tiga bulan.

“Kondisi RS Lapangan itu kan berbeda, mereka kan kondisinya darurat. Artinya kan berdasarkan kebutuhan lapangan dan non-formal, jadi mau sebulan atau seminggu bisa saja diberhentikan kontraknya,” ungkap Elia, kemarin.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala RS Lapangan Yeti Hariyati, ada 246 pegawai yang bekerja di RS Lapangan.

Jika diklasifikasi berdasarkan kelompok, untuk pegawai nakes berjumlah 119 orang dan non-nakes berjumlah 127 orang.

Yeti mengatakan, jika kontrak pegawai di RS Lapangan hanya tiga bulan saja dan tidak diperpanjang. Sedangkan untuk nasib pegawai nakes, ada yang ditarik ke RSUD dan RS lainnya.

“Yang direkrut 128, dari perekrutan itu ada yang relatif mulai di-hire RS lain, ada yang mungkin kalau masih menunggu bisa bekerja lagi di sini,” ungkapnya.

Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan diberhentikannya operasional RS Lapangan dikarenakan kebutuhan tempat tidur pasien Covid-19 masih mencukupi di Kota Bogor.

Tak hanya itu, kontrak RS Lapangan ini sendiri juga diketahui hanya tiga bulan beroperasi.

“Saat ini juga kita terus berkoordinasi dengan BNPB, nah BNPB yang akan melakukan evaluasi dan asesment secara administratif, di review oleh inspektorat, BPKP, disampaikan nanti ke BNPB, nah BNPB akan sama-sama mengkaji. Kalau tidak ada kebutuhan maka tidak akan dilanjutkan, tetapi kita harus mengantisipasi jangan sampai ada gelombang kedua atau lonjakan lagi,” kata Bima.

Bima mengaku, keberadaan RS Lapangan sangat efektif dalam perawatan pasien Covid-19. Sebab dari 346 orang yang dirawat di RS Lapangan dinyatakan sembuh semua.

“Sangat efektif mengurangi penularan. Ada 346 orang yang dirawat disini, 298 dinyatakan sehat, sisanya dirujuk tapi dinyatakan sehat juga gal ada yang meninggal disini, sangat efektif,” ujarnya.

Bima pun menegaskan alkes yang ada di RS Lapangan akan tetap berada di sana, sampai nanti memang tidak dibutuhkan lagi.

“Alat-alat masih tetap disini, kan saya bilang tadi semua standby, kalau ada panggilan tugas semua nakes akan kembali bertugas, kalau nanti situasi akan naik lagi ini akan diaktifasi lagi,” pungkasnya. =ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.