Tahun Ini, Pemkab Bogor Akan Bangun Ratusan Huntap Bagi Korban Bencana Longsor di Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg

Inilah ratusan Hunian Tetap (Huntap) di dua Kecamatan di wilayah Bogor Barat. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana akan membangun ratusan Hunian Tetap (Huntap) di dua Kecamatan di wilayah Bogor Barat pada tahun 2022 ini.

Pembangunan Huntap ini dilakukan bagi korban bencana alam tanah longsor pada 1 Januari 2020 lalu di Kecamatan Sukajaya, dan Kecamatan Cigudeg.

Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor, Dede Armansyah mengatakan, pada tahun 2022 ini, Pemkab Bogor berencana akan membangun Huntap di Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Sukajaya bagi mereka yang terkena bencana alam tanah longsor dua tahun lalu

Di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tepatnya di Desa Cigudeg, sebanyak 467 unit Huntap dibangun pada tahun 2022 ini dengan sumber anggaran hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sumber anggaran dari hibah BNPB, yang diberikan kewenangan nanti BPBD Kabupaten Bogor untuk pembangunan Huntap di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor,” ujar Dede Armansyah kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).

Sementara, di tahun yang sama, Pemkab Bogor juga akan membangun Huntap di Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya sebanyak 100 unit. Selain di Desa Cisarua, Pemkab juga membangun Huntap di Desa Cileuksa sebanyak 85 unit. Semuanya, bersumber dari anggaran murni APBD Kabupaten Bogor.

“Kalau untuk 467 unit Huntap di Kecamatan Cigudeg, Pemkab hanya mengeluarkan anggaran untuk membangun prasarana sarana dan utilitas nya, fasos fasumnya dari APBD,” ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, Pemkab Bogor sedang melakukan landclearing dan cut and fill di tiga lokasi, yaitu di Desa Cisarua, Desa Cileuksa dan Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, dimana anggarannya mencapai Rp2,9 miliar.

“Sementara, untuk pembangunan huntapnya menghabiskan biaya sebesar Rp11 miliar untuk pembangunan 185 unit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masing-masing unit Huntap memiliki tipe yang berbeda sesuai sumber anggaran. Misalkan, sambung dia, untuk pembangunan Huntap di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg yang anggarannya bersumber dari BNPB, bangunan Huntap dengan tipe 36.

Sementara, Huntap yang dibiayai Pemkab Bogor di Desa Cisarua dan Cileuksa, Kecamatan Sukajaya rencananya rumah tipe 45 atau lebih luas.

Terkait ini, Pemkab Bogor sebenarnya sudah menganggarkan pembangunan Huntap di dua Kecamatan tersebut sejak tahun 2020 lalu. Namun karena ada kendala ketersediaan lahan akhirnya pembangunan tidak bisa dilakukan di tahun berikutnya 2021 dan baru di tahun 2022 ini akan dilaksanakan.

“Kendala yang membuat Huntap baru bisa terbangun di tahun 2022 ini karena ketersediaan lahan,” bebernya.

Sebelumnya, soal lahan, Pemkab Bogor sebenarnya sudah dapat alokasi lahan dari PTPN VIII Perkebunan Cikasungka, saat itu di tahun 2020 lahan tersebut sudah disetujui kementerian ATR/BPN mengalihkan lahan seluas 52,8 hektar HGU PTPN VIII yang sudah siap dijadikan lahan Huntap.

Namun begitu, sekalipun dari Kementerian ATR/BPN sudah merestui lahan tersebut dijadikan lokasi Huntap, tapi ternyata Pemkab tidak begitu saja dengan mudah membangun Huntap di lokasi yang sudah disetujui, Pemkab masih tetap diharuskan membayar puluhan ribu batang pohon kelapa sawit atau meminta biaya ganti rugi.

“Nah disitulah akhirnya Pemkab harus melakukan kalkulasi ulang, karena kita anggap gratis, nah itu salah satu yang menjadi kendala. Huntap yang 467 itu sebenarnya sudah dianggarkan dua tahun lalu, tapi karena lahan itu tadi, makanya tidak bisa dilaksanakan karena harus bayar,” terangnya.

Ia berharap, terkait ganti rugi pohon kelapa sawit, ada diskresi dari Kementerian ATR BPN, dimana nilai bayar tidak terlalu tinggi

Karena untuk ganti rugi batang pohon kelapa sawit Pemkab harus bayar hingga puluhan miliar,”Jadi kami minta keringanan, mudah-mudahan Kementerian ATR BPN dan Kementerian BUMN bisa melakukan diskresi, agar ganti rugi tidak terlalu mahal,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Tuti Alawiyah meminta pembangunan Huntap bagi warga terkena bencana dua tahun lalu bisa selesai di tahun ini

Ia prihatin karena sampai tahun ini keluarga korban bencana masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) yang tentunya tidak ideal.

“Huntara itu kan hanya dibangun semester paling lama dua tahun, jadi kami ingin di tahun ini Huntap selesai, korban bencana di Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg bisa menempati Huntap baru dan hidup lebih nyaman dan aman,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.