Sungai Cimaragang Cianjur Ngamuk, Jembatan Penghubung Tiga Desa Hilang

Petugas TNI dan Polri terlihat berada di lokasi hilangnya jembatan penghubung antar desa di Kampung Datarlobang, Desa Gelar Pawitan, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, akibat meluapnya sungai Cimaragang. Esya | Pakar

CIANJUR – Akibat banjir bandang, jembatan bambu di Kampung Datarlobang, Desa Gelar Pawitan, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan roboh diterjang derasnya air sungai Cimaragang. Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, namun warga di tiga desa terisolasi. Ketiga desa tersebut, masing-masing Desa Gelarpawitan, Neglasari dan Cibuluh.


Informasi yang berhasil dihimpun, putusnya jembatan tersebut akibat luapan sungai Cimaragang. Pasalnya diwilayah bagian timur Kecamatan Cidaun, intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga terjadi banjir dan tanah longsor dan menggerus jembatan penghubung antar desa yang ada didaerah bagian timur Kecamatan Cidaun. Bahkan telah terjadi longsor hingga menutup jalan penghubung antara Kecamatan Sukanagara dan Kecamatan Pagelaran menuju Cianjur selatan, tepatnya Kampung Cihideung, Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan.


Kepala Desa (Kades) Gelarpawitan, Heri Kuswanto membenarkan jika didaerahnya telah terjadi bencana alam akibat hujan deras yang terjadi dari sejak semalam yang menyebabkan robohnya jembatan penghubung antar desa dan tanah longsor.

“Peristiwa kejadian banjiir badang dan longsor di Desa Gelarpawitan ini, sudah dilaporkan kepada dinas terkait yang ada lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Saat ini, kebutuhan yang sangat mendesak itu, adalah diantaranya sembako bagi petani yang terdampak, bahan matrian untuk memperbaiki jembatan dan saluran air,” kata Heri kepada wartawan.


Akibat hujan deras tersebut, lanjut Heri, selain merobohkan dua jembatan yang ada diKampung Datarlobang dan Kampung Cisarakan Desa Gelarpawitan, telah menjebolkan saluran air Cisarakan. Akibatanya seluas 45 hektar lahan pertanian milik warga tersendam banjir bandang dan terancam gagal panen.


“Memang akibat intensitas hujan cukup deras dan menyebabkan banjir dan menjebol saluran air Cisarakan yang ada di Desa Gelarpawiitan. Lahan milik warga yang terendam banjir badang tersebut, diantara terjadi di Kampung Datarlobang RT01/08, Cisarakan RT 04/01 Desa Gelarpawitan. Hingga saat ini, warga desa Gelarpawitan terisolasi banjir. Informasinya, pihak BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, sedang dalam perjalanan, menuju kesini,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.