Sulap Lahan Tidur Milik Perumda Tirta Pakuan Jadi Lahan Pertanian Produktif

Dirut Perumda PPJ Muzzakir dan Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira. IST

BOGOR – Hektaran lahan tidur milik aset Pemkot Bogor yang dikelola Perumda di Kota Bogor akan dioptimalkan menjadi lahan pertanian produktif. Pemanfaatan lahan akan bekerja sama dengan Agricon Group dan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB). Tujuannya membantu pemerintah untuk pengendalian inflasi daerah dengan melibatkan masyarakat sebagai penggarap.

Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir bersama Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan belum lama ini tengah menjajaki beberapa aset lahan milik Perumda Tirta Pakuan tersebut. Salah satunya berlokasi di Ciherang Pondok dan Dekeng di Bogor Selatan.

“Ya kemarin kita menelusuri aset-asetnya Tirta Pakuan yang seputaran situ, nah ternyata mereka punya lahan disitu. Ada 20 hektar dan lahan itu selama ini memang ada sebagian kecil digunakan oleh masyarakat sebagian besar lagi memang masih kosong, jadi lahan lahan itu kan lahan produktif dari sisi ketinggian juga cocok hasil hasil pertanian,”kata Muzakkir, belum lama ini.

Sebelum bersama Direksi Perumda Tirta Pakuan, Muzakkir mengatakan, sebelumnya telah menjajaki bersama Agricon Group dan IPB dalam pemanfaatan lahan kosong dibeberapa tempat tujuannya membantu pemerintah memberikan inflasi.

“Jadi nanti Agricon kerjasama dengan IPB, mereka akan menanam produk produk pertanian, seperti sayur, cabai, semua komuditi-komuditi yang dibutuhkan. Nanti memanfaatkan juga masyarakat setempat. Hasilnya dipasarkan dipasar, dan lahannya itu kemarin bicara disentul itu fixnya ada 100 hektar. Nah kita bahas lagi dalam memungkinkan lahan Perumda Tirta Pakuan ini bisa kita optimalkan ya memungkinkan jadi nanti konsepnya kerjasama jadi empat pihak dua perumda ditambah IPB di tambah agricorn, nah kita tanam hasilnya bahas lebih lanjut,”tutur Muzakkir.

Mantan Ketua HIPMI Kota Bogor ini melanjutkan, beberapa lahan yang sudah digunakan oleh masyarakat nantinya, dipersilahkan lahan untuk digunakan.

“Jadi nanti kita paling bantu dari sisi edukasi dan tekhnologinya, jadi biar produksinya lebih baik, silahkan tanam, tekhnologinya kita berikan, nanti hasilnya kita ambil, jadi mereka juga tidak pusing, nanti seberapapun mereka panen ya kita ambil bisa lemparkan ke pasar,”terangnya.

Yang pasti, tambah Muzzakir, pihaknya pertama akan minta dulu 10 komoditi pasar yang sangat dibutuhkan, misal sayur dan buah apa saja. Jika hasilnya memungkinkan dijual dipasar di Kota Bogor, atau nanti dilempar kepasar lain, seperti pasar induk DKI ataupun ke Depok dan Bekasi.

“Nah nanti kita bicarakan dulu kebutuhan kita terpenuhi dulu, karena kenapa, sekarang kan beberapa komoditi dipasar lagi langka, cabe, bawang putih bawang merah, ini yang kita coba atur, karena dengan tekhologi yang dipunyai oleh IPB dan Agricorn ini memungkinkan. Kalau kita tanam dengan skema biasa, faktor cuaca lebih berpengaruh, tetapi kalo menggunakan tekhnologi ya rasanya bisa ditekan tidak adalagi misal musim hujan, cabenya susah atau prodak yang lain susah kita bisa tanam banyak,” tutup Muzakkir.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.