Sukamakmur Jadi Salah Satu Wilayah Angka IPM Terendah di Kabupaten Bogor

Camat Sukamakmur, Bakri Hasan. Age | Pakar

SUKAMAKMUR – Tingginya anak putus sekolah berdampak angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sulit meningkat. Sehingga, Kecamatan Sukamakmur menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang angka IPM paling rendah di Kabupaten Bogor.

Camat Sukamakmur, Bakri Hasan membenarkan bahwa angka IPM diwilayahnya hanya 6,3 sehingga membuat pihaknya sulit meningkatkan angkat angka rata-rata lama sekolah. “Kemarin angka IPM kita cuma 6,3 makanya untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah ini harus secara masif dilakukan oleh semua sektor, baik sektor pariwisata, pendidikan dan semuanya,” katanya kepada PAKAR.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan dengan melaksanakan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). “Kita sudah bekerja sama juga dengan Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan kemudian pkbm yang ada di kita dan dengan semua stake holder pendidikan mesti samar-samar untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ada beberapa faktor. “Penyebab banyak anak putus sekolah itu pertama terkendala mobilisasi dan ekonomi. Makanya transformasi menjadi salah satu kendala pendidikan di Sukamakmur, misalnya seperti anak lulus SD saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, jarak tempuhnya terbilang cukup jauh dan itu yang menjadi salah satu faktornya,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.