Sudah Disidak, Satpol PP Minta Kru Sinetron Ikatan Cinta Pasang Pagar Pembatas

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor telah memberikan teguran keras kepada kru dan penanggung jawab syuting Sinetron Ikatan Cinta di kawasan Gunung Geulis, Puncak, Kabupaten Bogor.

Kapala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, teguran yang diberikan yakni mewajibkan kru dan penanggung jawab untuk menutup area syuting agar tidak terjadi kerumunan.

“Yang jadi soal kan kerumunannya, jadi kami minta untuk memasang pagar pembatas yang tertutup kepada kru dan penanggung jawabnya,” jelas Agus, Jumat (29/1/2021).

Teguran tersebut sudah masuk dalam surat pernyataan tertulis bersama dengan kru dan penanggung jawab.

“Jadi kalau masuh tetap ada kerumunan dan tidak bisa mengatasi hal itu, maka akan kami tutup,” tegasnya.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat pecinta sinetron yang dibintangi Amanda Manopo dan Arya Saloka itu untuk tetap patuh terhadap aturan pemerintah yang dimana telah tercantum dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sebab, peraturan yang mengatur adanya kerumunan di masa Pandemi Covid-19 itu, bertujuan agar penyebaran virus bisa diminalisir.

“Intinya semua kegiatan harus mematuhi protokol kesehata. Ikuti semua aturan dalam masa pandemi ini. Kalau dari pihak sinetron tidak bisa memenuhi pernyataan yang sudah dibuat, terpaksa kami tutup,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil Puncak, Heri Aristandi menyebut jika Pemkab Bogor masih setengah hati menegakkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut menyusul adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan di lokasi syuting Sinetron Ikatan Cinta di kawasan Gunung Geulis, Puncak, Kabupaten Bogor.

Menurut Heri, dalam poin H PPKM Kabupaten Bogor, sudah tertulis jelas bahwa segala bentuk kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya harus dihentikan sementara selama aturan itu berlaku.

“Kan ini sudah jelas. Ya harusnya ditindak. Simpel kok, aturannya sudah ada,” cetus Heri dihubungi PAKAR.

Menurutnya, kegiatan syuting ini merupakan bagian daripada aktifitas yang bisa menimbulkan kerumunan masyarakat. Sehingga, seharusnya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor bersama dengan penegak Perda nya (Satpol-red) mengambil tindakan tegas.

“Jangan sampai mematahkan aturan sendiri. PPKM yang dibuat kan tentunya tidak main-main,” kata Heri.

Kendati demikian, Politisi Gerindra ini pun menyadari jika di saat pandemi ini, para pelaku seni dan kru yang terlibat dalam sinetron yang sedang booming tersebut membutuhkan pekerjaan.

“Saya paham betul akan kondisi saat ini. Tapi saya minta lihat dalam aturan PPKM nya. Saya juga minta kru dan yang terlibat dalam syuting tidak terlalu vulgar sehingga mengundang kerumunan massa,” jelas Heri. =Khaerul Umam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.