Stok Vaksin Meningitis Kosong, Jamaah Umrah Gagal Berangkat

Ilustrasi vaksinasi. (Ist)

CIBINONG – Vaksinasi meningitis kosong menjadi hambatan calon jamaah umroh hingga kerap gagal berangkat ketanah suci untuk beribadah.

Puluhan ribu warga Kabupaten Bogor sulit mendapatkan vaksin meningitis lantaran stok vaksin di beberapa rumah sakit kosong hingga beberapa jamaah umroh harus gagal berangkat.

Menurut salah satu keluarga calon jamaah umroh, Firda Mutia Amanda mengatakan, sulitnya mendapatkan vaksin meningitis bahkan sudah keberapa rumah sakit disambangi baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta, kalaupun ada harus dengan waktu yang lama.

Namun biasanya harga vaksin meningitis biasanya Rp. 250 ribu saat ini melambung tinggi hingga dua kalilipat.

“Iya dong, ini kan salah satu syarat umroh ya seharusnya dipermudah ini malah dipersulit. Saya kurang tau ya, pukul rata paling Rp. 500 ribu baik via mandiri atau via travel segituan, cuman saya ga tau harga normalnya berapa, kalau dengan harga segitu gampang didapat dong,” ungkapnya.

Ia menuturkan, seharusnya dalam waktu dekat ini ibu tercintanya terbang ke tanah suci untuk menjalankan ibadah umroh. Namun dengan adanya kendala seperti ini membuat hambatan keluarnya untuk berangkat ketanah suci.

“Tapi solusi dari pihak travelnya dikolektifkan, rencananya kan ibu saya 15 Oktober berangkatnya sekarang diundur jadi 8 November. Ini jadi masalah juga kita kan sudah prepare dari jauh-jauh hari, cuman gara-gara belum di vaksin jadi di undur,” katanya.

Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) dinas kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengatakan, untuk kebutuhan vaksin meningitis memang bukan masuk ranah dinas kesehatan lantaran regulasinya sudah diubah sehingga bukan rahan dinas kesehatan tapi dengan pelayan kesehatan di pelabuhan atau rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan pihak pelabuhan.

“Jadi kalau belum kerjasama itu belum bisa, jadi yang sudah kerjasama kebanyak mereka juga tidak memiliki stok vaksin, jadi kesehatan pelabuhan juga kebetulan stoknya kosong,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini terkait peraturan tentang vaksinasi meningitis sejauh ini tidak ada peraturannya kecuali vaksin meningitis untuk jamaah haji baru pihaknya yang bertanggung jawab akan tetapi untuk jamaah umroh bukan ranahnya.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang di Bandung dan Jakarta sudah kita koordinasikan. Namun stoknya juga kosong,” kata dia. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.