SPBU di Leuwiliang Jadi Terminal Bayangan, Petugas Tutup Mata

LEUWILIANG – Puluhan Angkot plat hitam yang kini masih belum di kuningkan, bahkan masih seenaknya beroperasi di Wilayah Leuwiliang dan sekitarnya. Kehadirannya terus memicu keluhan dari semua para sopir angkot resmi (plat kuning), lantaran dianggap mengganggu rebut penumpang dan bikin macet.

Sopan alias Edi Haryadi Sopir Angkot trayek Laladon Jasinga mengungkapkan kekesalannya, puluhan angkot omprengan berplat hitam yang banyak berkeliaran di Leuwiliang dengan berbagai trayek jurusan, selama ini kehadirannya dirasakan mengganggu, bahkan bisa dibilang angkot bodong itu biang keroknya kemacetan di Leuwiliang, seperti selalu ngetem dipinggir jalan.

“Pelat hitam itu kan sudah jelas bukan bukti sebagai kendaraan angkutan umum, dan malah ada diantaranya berplat nomer B Jakarta, anehnya kok dibiarkan apalagi dikuningisasi, inikan tidak adil,” kata Sopan sopir Angkot Laladon Jasinga kepada pakuanraya.com.

Menurutnya, selain kehadiran angkot Plat hitam itu sering membuat macet, juga paling doyan melanggar aturan dalam berlalu lintas. “Dan ironisnya semua petugas dinLeywiliang malah masa bodoh dan diam saja, ada apakah ini..?,” bebernya.

Yang paling bikin kesal, Sambung Sopan, hampit setiap hari angkutan luar itu selalu merebut penumpang dan menjadikan pom bensi di jalan Raya Leuwiliang untuk terminal mereka. “Tolong ditertibkan dong pa Petugas,” tandasnya.

Senada, Yahya warga Pasar Desa Leuwiliang menambahkan, selama ini kehadiran angkot angkot Plat hitam memang membantu penumpang yang notabene warga asal daerah yang tidak terlintasi oleh trayek angkot resminya, namun apa salahnya untuk menegakan ketertiban. Semua angkot plat hitamnya itu di ganti dengan plat kuning agar resmi.

“Inilah yang menjadi dilema semrawutnya Lalulintas di Leuwiliang, dimana angkot angkot preman plat hitam yang jumlahnya cukup banyak itu kalau ngetem selalu bikin macet. Malah Pom Bensin Leuwiliang selama bertahun tahun dijadikan sebagai Terminal Bayangannya. Khawatirnya lagi, tak sedikit dari kondisi pisiknya yang masuk dalam kategori tidak layak jalan seperti bodi mobilnya pada keropos,” ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Dalop DLLAJ Dishub wilayah Barat masih sulit ditemui untuk dimintai keterangannya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.