Soft Power Brazil dalam Politik Luar Negeri di Kawasan Amerika Selatan

    Anisa Okta Sadiah Mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. IST

    Dikutip dari Valença (2014), politik luar negeri Brazil secara tradisional berputar di dua
    tujuan utama.

    Pertama, untuk membangun otonomi politik dan ekonomi di tingkat internasional, dan yang kedua terkait erat dengan identitas Brazil di kalangan internasional terutama tetangga Amerika Latin lainnya, dengan kata lain, Brazil mengusahakan kontribusi sebesar mungkin dalam politik internasional. Oleh karena itu, salah satu karakteristik utama kebijakan luar negeri Brazil adalah “kesinambungan relatif”, terlepas dari perubahan sosial ekonomi yang dialami negara itu sejak kemerdekaan (Malamud, 2011).

    “Kesinambungan relatif” ini berarti kebijakan luar negeri Brazil didasarkan pada pedoman umum dan pemahaman yang relatif stabil tentang kepentingan nasional Brazil, bukan pada nilai nilai yang pakem.

    Dengan adanya sejarah panjang kekuasaan Brazil yang beberapa kali mengalami guncangan, didukung dengan “kesinambungan relatif”, Brazil menjadi lebih aktif berpartisipasi dalam organisasi politik internasional dan forum lain dimana Brazil dapat mengurangi kebergantungannya pada hard power sembari mengklaim bahwa ia memiliki jenis politik yang berbeda, politik yang didasarkan pada soft power.

    Penggunaan soft power dalam strategi politik luar negeri Brazil bukanlah suatu langkah
    yang dipilih karena Brazil “lemah”. Soft power lebih dikonsentrasikan karena ini sesuai dengan rencana politik yang lebih luas lagi tentang posisi Brazil di Amerika Selatan dan persepsi bersama di kalangan kebijakan internasional tentang perannya sebagai pemimpin non intervensi di Global South.

    Pandangan ini telah diabadikan dalam beberapa prinsip seperti prinsip non-intervensi, penyelesaian jalur damai pada perselisihan internasional (telah hadir dalam rencana politik Brazil sejak konstitusi republik pertama tahun 1891), dan dalam promosi kontemporer Brazil tentang prinsip “tanggung jawab sambil melindungi” dalam intervensi
    kemanusiaan (Hamann, 2012). Lebih jauh lagi, penggunaan soft power oleh elit politik Brazil
    telah melampaui sekadar upaya untuk mencegah agresi internasional atau mempertahankan posisi negara tersebut dari negara lain yang lebih kuat, soft power Brazil telah digunakan untuk mendukung dan bahkan meningkatkan posisi Brazil dalam hubungannya dengan kekuatan lain.

    Dalam pandangan saya, strategi Brazil untuk mengedepankan soft power bisa mengangkat nilai Brazil dalam politik luar negerinya hingga masa depan apabila ada perencanaan yang lebih matang dan eksekusi yang senantiasa dimutakhirkan.

    Belajar dari kesuksesan telenovela dari tahun 1950an hingga 2010an, penanyangan telenovela yang mengangkat budaya Brazil di jam prime time banyak negara berhasil membangun citra yang baik dan romantis bagi Brazil.

    Dikutip dari Hariono (2021), Brazil telah memikirkan berbagai aspek untuk penanyangan telenovela sehingga hal ini bisa membangun pandangan dunia internasional dalam periode krisis ekonomi dan politik di masa itu. Dari sisi

    strategi pemerintah, pemerintah Brazil melakukan pembatasan terhadap tayangan-tayangan telenovela yang didasari oleh rezim yang memiliki unsur politik, periklanan, dan nilai-nilai Brazil.

    Selain melakukan kontrol dengan
    melakukan pembatasan terkait sensor konten, pemerintah Brazil mendukung produk telenovela di negaranya :diperjualbelikan” di pasar internasional dengan menggunakan cultural publicity, yaitu konsep dalam kebijakan luar negeri yang diberlakukan di pertengahan abad 19 untuk mengembangkan arah diplomasi dan kerjasama Brazil dibidang budaya.

    Penggunaan cultural publicity yang didukung dengan adanya divisi kebudayaan di bawah mentri luar negeri Brazil membuat penjualan telenovela Brazil menjadi salah satu penjualan utama negara tersebut.

    Selain bisa memperlancar perekonomian negara, strategi ini terbukti bisa mempopulerkan budaya khas Brazil serta destinasi wisata populer Brazil untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing. Selain pemerintah, pemilihan ide cerita yang berkesan dekat dengan semua masyarakat dan penggunaan teknologi memiliki andil besar dalam kualitas konten dri telenovela itu sendiri.

    Menurut saya, penanyangan telenovela ini menjadi contoh matangnya perencanaan strategi soft power Brazil yang dilengkapi dengan eksekusi luar biasa dari semua pihak. Dalam kasus ini, saya juga menghighlight kolaborasi antar berbagai macam stakeholder yang berkualitas dan terfokus pada satu tujuan.

    Berbeda dengan FIFA World Cup 2014 dan Olimpiade Rio yang keduanya ada di Brazil, turnamen olah raga ini juga dimaksudkan sebagai strategi soft power, namun memiliki beberapa kecacatan sehingga belum bisa dianggap berhasil. Menurut Penfold (2019), Brazil gagal mencapai tujuan nasional yang diinginkan dari kedua event olah raga tersebut.

    Setiap analisis mulai dari kebijakan tiket, pembangunan stadion, dan liputan media malah menunjukkan ketimpangan sosial Brazil terlepas dari fakta bahwa sepak bola di Brazil
    telah menjadi mekanisme integrasi sosial, konsolidasi identitas nasional, serta mengungkapkan karakteristik imajiner spirit Brazil. Kegagalan ini ditengarai karena kurangnya persiapan dari tim nasional Brazil serta masalah sosial-ekonomi Brazil yang malah menjadi fokus para penonton.

    Kurangnya kemampuan Brazil untuk framing dan membentuk citra negaranya menjadikan perhelatan olah raga ini menjadi boomerang bagi nama Brazil di kancah internasional.

    Sama seperti usaha lainnya yang dilakukan sebuah negara untuk membangun citra di
    kancah politik luar negeri, strategi menggunakan soft power juga bukanlah hal yang sepele.

    Berdasarkan kedua contoh pengalaman Brazil sebelumnya, kolaborasi yang bersinergi,
    perencanaan yang matang, dan penanganan masalah nasional merupakan kunci dari
    keberhasilan strategi soft power. (*)

    Anisa Okta Sadiah
    Mahasiswi Hubungan Internasional
    Universitas Muhammadiyah Malang

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.