Soal Permasalahan Kepengurusan Perizinan Lennira, Kedua Belah Pihak Akhirnya Tempuh Jalur Damai

Kedua belah pihak berfoto dengan surat perjanjian kerjasama damai. Firman | Pakar

CIJERUK – Sempat mencuat menjadi permasalahan terkait proses kepengurusan perizinan milik PT Lennira dengan seseorang yang bertugas mengurus perizinan, akhirnya permasalahan itu terselesaikan melalui jalur musyawarah kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat berdamai dengan dituangkan dalam sebuah perjanjian hitam diatas putih.

Beberapa poin telah disepakati yang tertuang dalam berita acara dengan tanpa adanya tekanan. Kesepakatan damai itupun berakhir dengan itikad baik pihak yang mengurus perizinan yakni mantan pengawas UPT II Ciawi yang mengembalikan uang sebesar Rp35 juta kepada pihak PT Lennira. Dengan perjanjian itu pula, pihak PT Lennira memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang selama ini telah beredar.

Legal PT Lennira, Rio menuturkan, dari hasil proses mediasi yang sudah disepakati secara bersama, bahwa pihak yang mengurus perizinan selaku pengawas tata bangunan mengembalikan uang sebesar Rp35 juta.

“Alhamdulilah berjalan dengan baik dan secara musyawarah, tentunya dengan hal seperti ini kami sangat berterimakasih kepada pihak yang membantu mengurus perizinan atas apa yang sudah disepakati secara bersama,” ujarnya dilokasi Villa Lennira, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis 1 Desember 2022.

Ia mengatakan, dalam hal ini tentunya pihaknya akan melakukan beberapa upaya klarifikasi terhadap instansi terkait dengan hasil kesepakatan kedua belah pihak.

“Ada beberapa hal yang harus diklarifikasi kepada beberapa dinas bahwasanya permasalah ini sudah selesai dan adanya miss komunikasi selama ini. Semoga dengan adanya masalah ini, menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi kami,” jelasnya.

Sementara, kuasa hukum pengawas tata bangunan, Ian Mulyana Jaya Sumpena mengatakan, permasalahan ini sudah terselesaikan dengan dibuatnya kesepakatan perjanjian diantara kedua belah pihak.

“Alhamdulilah sudah berjalan dengan lancar, tapi kita ada beberapa poin yang harus dilaksanakan oleh pihak PT Lennira untuk melakukan klarifikasi kepada dinas-dinas terkait. Karena selama ini, ada pemberitaan atau informasi yang tidak benar,” tegasnya.

Dari permasalah tersebut, tentunya ada masalah miss komunikasi antara pihak pemohon dan pihak PT Lennira dan tentunya harus segera dilaksakan. “Iya beberapa point tersebut akan segera dilaksanakan oleh pihak Lennira dan bahwasanya yang bersangkut menyanggupi untuk melakukan klarifikasi dan itikad baik dari pemohon,” tutupnya.

Ia juga menegaskan terkait adanya informasi bahwa pemohon telah menerima uang berjumlah ratusan juta, bahwa persoalan itu adalah tidak benar. “Jadi semuanya sudah diselesaikan dan tidak ada masalah lagi. Kita meminta pihak PT Lennira segera mengklarifikasi persoalan itu ke sejumlah pihak,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.