SMK PGRI Sukamakmur Jadi Salah Satu Sekolah Penggerak

Pelatihan bertajuk Sekolah Penggerak yang mengikutsertakan 35 guru. IST

SUKAMAKMUR – Berbagai Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia baik pendidik dan tenaga kependidikan terus dilakukan Supomo, selaku Kepala SMK PGRI Sukamakmur.

Buktnya meraka menggelar kegiatan magang guru di perusahaan hingga memfasilitasi kegiatan-kegiatan Bimtek dan pelatihan yang dilakukan secara daring oleh Kemendikbud melalui Guru Belajar dan Guru Berbagi melalui akun SIM PKB.

Salah satu bentuk pelatihannya bertajuk Sekolah Penggerak yang mengikutsertakan 35 guru sebagai wakil dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP sekolah yang diharapkan nantinya bisa mengimplementasikan pelatihan tersebut pada anak didik dan rekan-rekan satu sekolah atau SMK-SMK diwilayah sekitar.

Program Sekolah Penggerak mendorong sekolah melakukan transformasi diri untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan mengembangkan hasil belajar peserta didik secara holistik dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila (P3). Pengembangan ini akan terwujud apabila Kepala Sekolah bersama guru memiliki kompetensi dan kapasitas untuk melakukan reformasi dan restrukturisasi pendidikan.

“Pengimplementasian pelatihan  “In House Training” (IHT) di SMK PGRI Sukamakmur dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 28 Juli 2021 hingga 8 Agustus mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai arahan Kemenkes,” ujar Supomo

Ia juga menjelaskan, Beberapa materi yang dipaparkan dalam IHT tersebut antara lain tentang Konsep Pembelajaran Paradigma Baru, Filosofi Pendidikan, Merdeka Belajar, Profil Pelajar Pancasila, Pembelajaran Andragogi, Kurikulum Operasional, Alur Tujuan Pembelajaran, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Asesmen dan Modul Ajar. Materi tersebut disampaikan langsung oleh tenaga yang memang berkompeten dibidangnya.

“Pada sesi perdana ini narasumber diberikan kepada Heri Sasmita Mulyadi, yang sekaligus sebagai pengawas pembina Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat serta nantinya ada juga pendampingan langsung dari Podomoro University,” jelasnya.

Di tempat yang sama Heri Sasmita Mulyadi, pengawas pembina dinas pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa barat juga menegaskan, jika guru harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dengan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, di revolusi 4.0 tidak stagnan dan hindarkan pembelajaran dengan cara-cara lama serta mampu menyesuaikan perubahan zaman terutama di era digitalisasi.

“Meski saat ini sedang menjalani pembelajaran daring, namun tugas pokok sebagai guru harus tetap dilaksanakan dengan semangat, penuh tanggung jawab, dan selalu berkolaborasi sebagai tim work yang solid, Termasuk pembuatan perangkat pembelajaran,” tegasnya.

Ia juga sangat bangga kepada SMK PGRI Sukamakmur yang berkesempatan menjadi salah satu sekolah penggerak. Bagaimana tidak, dari sekitar 360 SMK Se Kabupaten Bogor, Sekolah di kampung dengan prestasinya yang segunung ini mampu ambil bagian pada pelatihan IHT. =RED/*

” Sayang sangat mengapresiasi SMK PGRI Sukamakmur yang mampu bersaing dan ambil bagian pada In House Training kali ini. Dari 360 Sekolah Se Kabupaten Bogor, yang terpilih hanya 12 sekolah SMK saja. Tentunya ini harus menjadi motivasi lebih para tenaga pendidik untuk melahirkan siswa siswi yang berkarakter dan berprestasi yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,”tuntasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.