SMAN 1 Cianjur Terbanyak Luluskan UTBK

Pintu masuk gedung SMA Negeri 1 Cianjur. Esya | Pakar.

CIANJUR—Luar biasa, sebanyak 114 orang siswa-siswi, SMA Negeri 1 Cianjur, lulus test Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari 100 SMA/SMK yang diundang oleh Kementerian Pendidikan dalam temu sapa prestasi atas siswa yang masuk perguruan negeri dengan jalur UTBK. Meskipun ditengah situasi dan kondisi (Sikon) pandemi Covid-19 ini, SMAN I Cianjur, terus meningkatkan mutu pendidikan.


Kepala SMA Negeri 1 Cianjur Agam Supriyanta mengaku, jika pihaknya telah menjadi salah satu dari sebanyak 100 SMA/SMK yang diundang oleh Kementerian Pendidikan dalam temu sapa prestasi atas siswa yang masuk perguruan negeri dengan jalur UTBK. Hingga saat ini, peningkatan mutu pendidikan harus tetap dilakukan dalam kondisi normal atau tidak. Saat ini, pihaknya tetap mengacu pada metode belajar dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ada.


“Memang ada juga kegiatan pelajaran tambahan yang menekankan pembelajaran berbasis online dan juga bekerja sama dengan penyedia aplikasi. Untuk melakukan pengawasan terhadap pembelajaran anak. Pasalnya UTBK itu, acuannya dari siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri, Smansa 114 yang telah diterima UTBK. Tahun sebelumnya 60, kenaikannya hampir 100 persen,”kata Agam keepada wartawan, Senin (8/11/2021).


Menurutnya, dengan konsep belajar memang tergantung sekolah masing-masing, terlebih dalam kondisi tidak normal. Hanya ada 50 persen siswa yang boleh hadir di sekolah dalam sekali pembelajaran. Meskipun dalam sikon pandemi Covid-19 memang berdampak untuk semua sekolah secara umum. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagimana sekolah melakukan kontrol terhadap pembelajaran siswa.


“Memang waktunya di shif, ada pagi dan siang. Ini baru dicoba beberapa minggu sekarang, kalau dulu hybrid gabungan online dan offline. Sekarang tidak ada yang online. Kita bisa menggunakan aplikasi yang ramah dengan UTBK itu bisa membiasakan dengan siswa,” terangnya.

Selain itu, pihaknya kerap mendatangkan alumni dan penyedia layanan pendidikan dari luar sekolah. Hal ini untuk membiasakan siswa ketika menghadapi UTBK. Harapannya dengan kondsisi pembelajaran bisa kembali normal seperti semula. “Memang tidak ada sekat dan keterbatasan yang menghambat belajar siswa. Tapi mudah-mudahan kondisi segera normal dan guru bisa melakukan aktifitas seperti semula,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.