Siswa Pontren Assaadah Puri Serpong Dilatih Pengarangan Sampah Dedaunan Gunakan Alat Sederhana

PAMULANG – Dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang pada tanggal 12 Mei 2024 telah mengadakan pelatihan Pengarangan Sampah Dedaunan Menggunakan Alat Pengarang Sederhana di Pondok Pesantren Assa’adah yang berada di Komplek Perumahan Puri Serpong 1 Kelurahan Setu Kec. Setu Kota Tangerang Selatan.

Siswa Pondok Pesantren Asaa’adah Puri Satu Serpong sangat antusias saat mengikuti kegiatan PKM dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang. PKM yang di adakan di Pondok Pesantren Ass’aadah Puri Serpong, Setu, Tangerang Selatan diikuti puluhan santri dan mahasiswa Unpam dengan dosen pembimbing ketua Ir. Ahsonul Anam, MT. dan dosen anggota Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST., Msi. dari Prodi Teknik Mesin.

Dosen Pembimbing PKM Ir. Ahsonul Anam, MT mengatakan berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan peserta, prioritas masalah yang dihadapi oleh mitra PKM sampah yang belum dimanfaatkan, teronggok di pekarangan atau bahkan memenuhi selokan.

Pondok Pesantren Assa’adah menempati lahan seluas sekitar 2.800 m2, yang terdiri atas bangunan dan ruang terbuka hijau (RTH). Daun yang berguguran di RTH sering dibersihkan, namun sampah dedaunan dibuang/dikembalikan ke lahan tanaman. Hal ini mengakibatkan limbah dedaunan berserakan, teronggok atau bahkan jatuh ke saluran pembuangan air (drainase). Limbah dedaunan yang dikembalikan ke lahan memang bagus untuk tanaman bila sudah terurai menjadi pupuk organik/alami.

Namun secara alami hal ini membutuhkan waktu yang lama. Hal ini sering kita amati, limbah dedaunan yang berserakan di lahan ataupun yang teronggok, di musim hujan menyebabkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan. Bahkan bila terjatuh ke saluran pembuangan air (drainase) bisa menyebabkan terhambatnya aliran air pembuangan, yang menjadikan sarang penyakit dan bau busuk yang menyengat serta berpotensi sebagai tempat sarang penyakit.

Limbah dedaunan bila dibakar langsung di sekitar lahan RTH juga akan sangat mengganggu kenyamanan, di samping itu tanah bekas tapak pembakaran akan menjadi keramik sehingga menjadikannya tidak subur. Onggokan sampah dedaunan yang dibiarkan akan menimbulkan masalah estetis, sosial budaya, ekonomi dan penyakit. Pemanfaatan sampah dedaunan yang kurang tepat juga terkadang menimbulkan masalah lingkungan.

Sampah dedaunan, bila dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, misalnya briket, di samping bisa mengatasi masalah-masalah tersebut, juga bisa meningkatkan nilai ekonomi tanpa menimbulkan masalah lainnya. Abu sisa pembakaran briket bisa dikembalikan ke lahan sebagai pupuk organik

Hal ini perlu segera diatasi dengan diadakannya kegiatan edukasi kepada para siswa dan guru untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembuatan arang sampah dedaunan menggunakan alat pengarang sederhana, yaitu menggunakan kaleng bekas cat ukuran 25 liter yang mudah didapatkan dan murah, secara teoritis dan melalui demo menggunakan media video.

Setelah diadakannya kegiatan PKM ini, diharapkan peserta kegiatan PKM, siswa dan satri Pondok Pesantren Assa’adah dapat mempraktekkannya secara mandiri. Selanjutnya Dr. Eng. Gadang Priyotomo, ST., MSi. menjelaskan, PKM ini sebagai solusi program pengembangan desa binaan, dilakukan secara berkesinambungan selama tiga tahun.


Pada tahun pertama, mitra pkm diberikan pelatihan pembuatan alat pengarangan sampah dedaunan secara sederhana, murah, praktis dan aplikatif, serta diberikan pelatihan cara membuat arang dari sampah dedaunan menggunakan alat tersebut, sehingga setelah selesai dilakukan pelatihan, mitra bisa membuat sendiri dan bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.


Pada tahun ke dua, mitra pkm diberikan pelatihan pembuatan alat pencetak bio briket dari arang sampah dedaunan tipe silinder secara sederhana, murah, praktis dan aplikatif, sehingga setelah selesai dilakukan pelatihan, mitra bisa membuat sendiri dan bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.

Pada tahun ketiga, mitra pkm diberikan pelatihan pembuatan alat memasak menggunakan bio briket dari arang sampah dedaunan secara sederhana, murah, praktis dan aplikatif, sehingga setelah selesai dilakukan pelatihan, mitra bisa membuat sendiri dan bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.


Jadi tujuan umum dari kegiatan ini adalah membantu para santri Pesantren Assa’adah, Perumahan Puri Serpong, Setu, Tangerang Selatan dalam menguasai cara pembuatan arang sampah dedaunan secara sederhana dan murah, serta mampu mengolah sampah menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai ekonomi. MUN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.