Sisir Sungai Ciliwung, Tim Satgas Temukan Limbah Medis Berbahaya ini

0

BOGOR – Tim Satgas Ciliwung terus melakukan penelusuran dan membersihkan kondisi sungai dari sampah dan lainnya. Dalam kegiatan itu, tim Satgas menemukan banyaknya sampah limbah medis atau Infeksius (limbah B3) seperti masker sekali pakai.

Ditemukannya limbah Infeksius terjadi di beberapa titik lokasi, tentu bisa membahayakan kesehatan, mengingat kasus COVID-19 di Kota Bogor masih tinggi, bahkan saat ini statusnya kembali ke zona merah. Adanya, limbah medis berserakan di Sungai Ciliwung itu pun membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor angkat bicara.

Sekretaris DLH Kota Bogor, Tety Sovia, mengatakan, sebetulnya limbah Infeksius itu pernah terjadi dan ditemukan di sungai Ciliwung, namun ditemukannya jauh sebelum pandemi COVID-19. Sekarang tim Satgas menemukan kembali limbah medis seperti itu.

Menurutnya, terjadi penemuan limbah di sungai Ciliwung itu karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Padahal, lanjut dia, pihak DLH selalu mengimbau kepada masyarakat bahwa sampah atau limbah itu dibuangnya ke tempat pembuangan sampah (TPS) sementara.

“Jadi, jangan dibuang ke sungai karena sungai itu bukan tempat sampah, sungai itu harus kita jaga bersama, sebab sungai merupakan sumber kehidupan,” ujarnya.

Ditanya sanksi apa yang harus diberikan kepada pelanggar, kata Tety, hal itu bukan ranahnya DLH melainkan kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga kepolisian. Meski begitu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif mengawasi lingkungannya, terutama masyarakat yang berada di bantaran sungai.

“Jadi, kalau warga menemukan pelanggar atau orang yang membuang sampah ke sungai harus ditegur, bila perlu di foto kemudian laporkan ke penegak hukum dalam hal ini Satpol PP dan Kepolisian. Tujuannya, agar pelanggar ini jera dan tidak mengulanginya lagi,” tegasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.