Sikapi Perubahan Tarif, Ade Yasin Perintahkan Fasyankes Tak Mainkan Harga Tes PCR

Bupati Bogor, Ade Yasin. Prayoga | Pakar

CIBINONG – Penentuan tarif tes Polymerase Chain Reaction (PCR) ditanggapi serius oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

Ketua Satgas, Ade Yasin menegaskan jika pihaknya membuka layanan pengaduan untuk masyarakat jika menemukan adanya tarif tes PCR di atas tarif standar, yakni Rp450 ribu hingga Rp550 ribu

“Satgas juga buka layanan pengaduan tarif tes PCR, tinggal diadukan ke nomor layanan kedaruratan Satgas di wilayah masing-masing,” ungkapnya, Minggu (22/8/2021).

Dia mengaku telah mengoptimalkan layanan kedaruratan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat desa sejak melonjaknya kembali angka penularan kasus Covid-19. Dengan mengoptimalkan layanan kedaruratan, masyarakat yang terpapar bisa lebih mudah terpantau.

“Harus ada orang yang bisa dihubungi di tingkat desa atau kelurahan untuk melayani permasalahan Covid-19,” tegas Ade Yasin.

Selain itu, dia pun mengaku akan rajin memeriksa ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk memastikan harga tes PCR sesuai dengan yang sudah ditetapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Sekedar informasi, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur batas harga tertinggi tes PCR di Indonesia dan mulai berlaku sejak Selasa, 17 Agustus 2021.

Aturan ini diterbitkan setelah Presiden Joko Widodo meminta Kemenkes untuk menurunkan harga tes PCR dari yang awalnya batas tertingginya Rp900 ribu, menjadi di kisaran Rp450 ribu hingga Rp550 ribu.

Evaluasi pun langsung dilakukan Kemenkes bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, Kemenkes mengumumkan bahwa harga tertinggi RT PCR adalah Rp495 ribu untuk di wilayah Jawa dan Bali serta Rp550 ribu untuk daerah luar Jawa Bali.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.