Sidak ke PT PPLI, Dewan Minta Hubungan Baik Perusahaan dengan Warga Diperbaiki

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor saat menggelar diskusi dengan PT. PPLI, Kecamatan Klapanunggal. IST

CIBINONG – Kebocoran limbah yang berdampak pada bau tak sedap terhadap masyarakat dari PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), berbuntut panjang. Pagi tadi, jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bogor mendatangi lokasi pabrik yang ada di wilayah Kecamatan Klapanunggal tersebut.

Dari hasil kedatangannya itu, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menemukan beberapa hal baru dalam proses pengolahan limbah di pabrik PT. PPLI.

Perusahaan yang berdiri diatas lahan seluas 43,2 hektare yang merupakan aset pemerintah dengan alas hak pakai ini diketahui jika saham yang dipegang oleh pemerintah Indonesia atas perusahaan yang merupakan Investasi dari luar negeri ini ternyata hanya sebesar lima persen saja.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Almuharom menilai, kondisi tersebut mengharuskan adanya kajian lebih komprehensif terkait keberadaan pabrik PT. PPLI ini. Bukan hanya sekadar terkait kejadian kebocoran limbah yang terjadi pada Jumat, pekan lalu.

“Tentu ini harus dikaji lebih dalam lagi,” kata Aan, usai menggelar diskusi dengan pihak PT. PPLI, Rabu (24/3/2021).

Tak hanya itu, dalam rapat tersebut diketahui hubungan antara warga Nambo dengan PT. PPLI tidak terlalu baik. Karena saat terjadi kebocoran limbah hasil pengolahan bubuk kimia yang merupakan produk rijek, pihak Desa Nambo membuka posko penanggulangan sendiri, tanpa adanya bantuan dari pihak perusahaan.

Dari hal itu, Aan berharap kedepannya, pihak PT. PPLI mau menjalin sinergitas dengan warga. Tidak hanya di RT yang berada di sekitar pabrik, tetapi kepada seluruh warga di Desa Nambo. Karena saat kejadian kebocoran limbah, warga yang merasakan dampaknya se Desa Nambo.

“Harapan saya ke depan ini ada sinergi yang baik antara perusahaan dengan warga sekitar yang diwakili oleh kepala desa,” jelas Politisi Golkar itu.

Terpisah, Public Relation (PR) Manager PT. PPLI Arum Tri Pusposari mengaku tengah melakukan evaluasi atas insiden bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabriknya tersebut.

Dia pun mengaku akan menggelar pertemuan dengan warga yang terdampak untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut.

“Terus terang kami meminta maaf atas ketidaknyamanannya. Kemudian kita akan komunikasi dengan warga,” kata Arum. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.