Siapa Yang Tersingkir?

Roy Andi, Redaktur Pelaksana Harian Pakuan Raya. (Prayoga | Pakar)

Banyaknya nama yang bermunculan di bursa calon Wali Kota (Cawalkot) untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor tahun ini, membuat semarak pesta demokrasi untuk mencari pengganti Bima Arya, yang akan habis masa jabatannya, pada 20 April mendatang.


Sejumlah nama yang sudah terdengar akan maju di Pilwalkot Bogor nanti diantaranya Dedie A Rachim (Wakil Wali Kota Bogor saat ini), Sendi Fardiansyah (Sespri Ibu Negara Iriana Jokowi/Pengusaha), Aji Jaya Bintara (Pengusaha), dr Raendi Rayendra (Founder Rayendra Dermatology dan Aesthetic Center), Atang Trisnanto (Ketua DPD PKS Kota Bogor), Jenal Mutaqin (Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Gerindra), Rusli Prihatevy (Ketua DPD Golkar Kota Bogor), Eka Maulana (Pengusaha), Rino Indira Gusniawan (Dirut Perumda Tirta Pakuan), Almer Faiq Rusydi (Ketua KADIN Kota Bogor), serta dua nama dari kalangan ASN yakni Denny Mulyadi (Kepala BKAD Kota Bogor dan Rena Da Frina (Kepala Dinas PUPR Kota Bogor).


Tentunya, nama-nama tersebut tidak akan maju semua karena terbatasnya kuota tiket partai politik yang tersedia, sebagai salah satu syarat untuk menjadi peserta Pilwalkot Bogor.
Bahkan, bisa saja diluar nama-nama diatas akan bermunculan mendekati waktu pendaftaran. Misalnya, dari kalangan artis atau selebgram.


Sampai saat ini, belum bisa dipastikan siapa akan berpasangan dengan siapa. Dan untuk parpol, akan menjalin koalisi dengan parpol mana saja.


Semua masih dinamis dan akan terus berubah-ubah, sampai detik waktu pendaftaran calon, yang katanya jatuh di bulan Agustus 2024.
Banyak yang memprediksi jika peserta Pilwalkot Bogor akan lebih dari 3 pasangan.

Hal ini tentu masuk akal, karena saat Bima Arya akan maju di periode kedua saja dengan status incumbent, kemudian hasil surveynya selalu unggul dimana-mana, namun pada pilwalkot saat itu diikuti oleh 4 pasangan.


Otk-atik koalisi parpol pun menarik untuk diikuti, karena koalisi yang terjalin selama Pilpres 2024 ternyata tidak otomatis akan diberlakukan di pilkada tingkat kota/kabupaten atau provinsi.


Bakal banyak kejutan-kejutan terjadi untuk Pilwalkot Bogor tahun ini, karena maraknya calon yang sudah bermunculan dan bisa dikatakan memiliki ‘kekuatan’ sama rata.
Yang namanya koalisi partai pasti ada dan pasti terjadi, tinggal siapa bakal calon yang nanti akan tersingkir alias tidak ikut ‘manggung’ di Pilwalkot Bogor.(*)

Penulis:
Roy Andi
Redaktur Pelaksana Harian Pakuan Raya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.