Siapa Gandeng Birokrat?

Roy Andi, Redpel Harian Pakar. IST

Tidak seperti pemilihan wali kota (Pilwalkot) Bogor yang lalu-lalu, dimana selalu saja ada calon baik itu di posisi cawalkot atau cawawalkot, dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau birokrat di lingkup Pemkot Bogor.


Di Pilwalkot Bogor 2024 ini, banyak calon yang sudah terang-terangan akan maju dengan cara memasang baliho, sosialisasi ke lapangan, mendaftar ke parpol dan menjalin komunikasi antar calon lainnya.
Dan semuanya tak ada satupun dari kalangan ASN Pemkot Bogor.


Sebut saja, Dedie A Rachim (mantan wakil Wali Kota Bogor), Sendi Fardiansyah (Sespri Iriana Joko Widodo/Pengusaha), Aji Jaya Bintara (Pengusaha), dr Raendi Rayendra (Founder Rayendra Dermatology dan Aesthetic Center), Atang Trisnanto (Ketua DPD PKS Kota Bogor), Jenal Mutaqin (Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Gerindra), Rusli Prihatevy (Ketua DPD Golkar Kota Bogor), Eka Maulana (Pengusaha), Farhat Abbas (Pengacara), Regina Andriane (Pengusaha), dan Andrian Dimas Prakoso (Stafsus Bupati Kediri).


Jika kita melihat tiga pilwalkot sejak, 2009, 2014 dan 2019. Selalu ada sosok ASN Pemkot Bogor yang menjadi peserta pilwalkot. Misalnya, Diani Budiarto, Dody Rosadi, Aim H Hermana, Syaiful Anwar, dan Edgar Suratman.

Nah, di Pilwalkot Bogor 2024 tak terdengar satu pun secara jelas dan tegas nama ASN Kota Bogor akan maju meramaikan bursa cawalkot/cawawalkot.
Dan calon-calon yang sudah bermunculan pun, sibuk mencari dukungan dari parpol sambil mencocok-cocokan dirinya akan berpasangan dengan siapa di Pilwalkot Bogor.


Diantara calon yang sudah muncul ini, belum ada satu pun yang menyatakan dirinya akan menggandeng ASN untuk maju bersama di Pilwalkot Bogor.


Padahal, jika ada calon yang jeli melihat keuntungan mengambil sosok ASN Kota Bogor untuk maju berdampingan.
Tentu, ini akan menjadi ‘lumbung’ suara tersendiri karena jumlah ASN di lingkup Pemkot Bogor ditambah PKWT atau honorer yang memiliki KTP Kota Hujan, tidaklah sedikit.


Belum lagi, suara ‘satu komando’ akan bisa terjadi dalam perihal dukungan sebagai bentuk solidaritas, karena hanya ada satu ASN saja yang maju di Pilwalkot Bogor.


Untuk sosok ASN siapa yang pantas maju Pilwalkot Bogor, tentu nama-namanya tidak banyak jika melihat situasi serta kondisi saat ini.


Saya melihat, hanya dua orang ASN saja yang pantas maju di Pilwalkot Bogor tahun ini, entah jadi cawalkot atau cawawalkot.


Siapa dua orang ASN atau birokrat ini…?
‘Kalau gak Bapak ini, ya Ibu itu’.(*)

Penulis
Redpel Harian Pakuan Raya
Roy Andi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.