Siap-siap, Wilayah Barat Kabupaten Bogor akan Jadi Kawasan Industri

Kondisi lalu lintas di wilayah Barat Kabupaten Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Pemerintah mewacanakan pembukaan Kawasan Pembentukan Industri (KPI) di wilayah Barat Kabupaten Bogor. Saat ini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mendukung hal tersebut pun terus dimatangkan.

Anggota Pansus Raperda RTRW Irman Nurcahyan menilai pembukaan KPI di wilayah Barat Kabupaten Bogor tersebut penting sebagai langkah untuk menyambut pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah tersebut.

Namun, kata dia, wacana pembukaan KPI itu harus dikaji dengan matang. Terutama kaitan akses pendukung untuk kawasan tersebut yang selama ini pun kondisinya belum memadai.

“Ini penting, sehingga bukan hanya ploting KPI di Bogor Barat, tetapi aksesnya pun harus diperhatikan. Sebab melihat kondisi saat ini akses di Bogor Barat ini kurang memadai,” kata Irman, Senin (20/11/2023).

Menurut Irman, wacana pembukaan KPI tersebut menjadi salah satu prioritas yang masuk ke dalam proyek Strategis Nasional (PSN) yang juga tengah dibahas dalam Raperda RTRW Kabupaten Bogor.

Dengan adanya KPI di Barat Kabupaten Bogor itu, dia berharap perputaran ekonomi akan semakin membaik yang akhirnya berdampak pada masyarakat.

“Dampak positifnya lebih banyak jika akses menuju Bogor Barat bagus, karena hal itu akan bisa mengundang investor untuk berinvestasi di Bogor Barat,” kata Irman.

Dalam pembahasan Raperda RTRW oleh DPRD Irman mengaku jika pihaknya hanya diberikan 10 hari kerja sesuai dengan aturan yang ada pasca draf tersebut diterima.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembahasan Raperda RTRW ini kami hanya diberi waktu 10 hari saja, sehingga draf hingga naskah akademik sudah digodok oleh Pemkab Bogor,” ungkapnya.

Sementara, berkaitan dengan wacana tersebut, pengembangan akses jalan di wilayah Barat Kabupaten Bogor pun pernah diungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridho.

Beberapa waktu lalu, Agus mengatakan akses di jalur yang kerap terjadi kemacetan itu diupayakan dengan sejumlah opsi. Salah satunya melebarkan simpang jalan di sepanjang jalur tersebut.

Ada sekitar tujuh simpang yang akan dilebarkan. Meski tak disebutkan secara rinci, simpang-simpang yang diduga menjadi penyebab kemacetan di wilayah barat tersebut di antaranya pertigaan Jalan Lingkar Dramaga, Bunderan IPB, simpang Cihideung Udik, simpang Situ Daun, Cinangneng, pertigaan Warung Bogor, Cikampak, Cibungbulang, hingga pertigaan Jalan Lingkar Leuwiliang.

“Jadi ada sekitar 7 simpang yang akan kami lebarkan. Mudah-mudahan bisa mengurangi kemacetan di wilayah barat,” jelas Agus beberapa waktu lalu. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.