Shelter BisKita Akan Ditambah, 2 Koridor Ditargetkan Segera Beroperasional

Walikota Bima Arya saat melaunching armada BisKita kolidor 1 dan 2 di halte Cidangiang, Baranangsiang, Rabu (15/12/2021). Syarif | Pakar

BOGOR – Sejak diluncurkan dan mengaspal di Kota Bogor pada November 2021 lalu, keberadaan BisKita disambut antusias dan mendapat apresiasi masyarakat. Mode transportasi massal modern yang menggunakan sistem Buy The Service (BTS) ini, ngaspalnya BisKita langsung menjadi primadona bagi para pengguna jasa transportasi di Kota Hujan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, BisKita saat ini menjadi pilihan favorit masyarakat Kota Bogor. Empat koridor yang saat ini sudah berjalan, menjadi pilihan utama masyarakat, sehingga banyak aspirasi dan usulan dari warga agar ada penambahan koridor dan shelter.

“Koridor eksisting sudah kita evaluasi karena akan ada penambahan shelter berdasarkan aspirasi dari warga. kita akan pasang beberapa shelter terutama di koridor parung bateng dan pandu raya. Itu akan ada penambahan shelter dalam waktu dekat ini,” kata Bima Arya ketika ditemui usai peninjauan Wamendag di Pasar Bogor, Selasa (12/4/2022).

Bima menegaskan, di tahun ini Pemkot Bogor telah mengajukan permohonan proposal kepada BPTJ untuk menambah koridor lagi. Tapi belum tau apakah disetujui atau tidak. Tapi saat ini sudah di siapkan semua shelter- shelter. Salah satu yang akan dibangun yakni shelter di Jalan Suryakencana. “Ini salah satu shelter yang diusulkan ke BPTJ tahun ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, sampai saat ini BisKita berjalan baik di kolidor 1, 2, 5, dan 6 dengan jumlah armada ada 49 bus. Sedangkan untuk kolidor yang tertunda adalah kolidor 3 dan 4, rencananya akan di operasionalkan sesuai PKS antara Dishub dan BPTJ di tahun 2023 sebanyak 26 bus.

“Penambahan armada di 4 kolidor yang sudah berjalan saat ini belum ada dan masih tetap 49 bus. Kita fokus pada pengoperasian 2 kolidor tersisa yang sudah disiapkan,” kata Eko ketika ditemui di ruangannya, Rabu (13/4/2022).

Lanjut Eko, monitoring dan evaluasi pelaksaan implementasi BisKita melalui BTS terus dilakukan secara kontinyu dalam rangka untuk mencapai tujuan dioperasionalkannya BisKita untuk menjamin pelayanan, kenyamanan transportasim khususnya bagi masyarakat pengguna BisKira. “Hambatan sering di evaluasi antara Dishub, BPTJ dan pemenang lelang KSO Perumda yaitu PT Kodjari. Saat ini operasional BisKita di 4 kolidor terus berjalan,” tandasnya.

“Kondisi bus masih beroperasional dengan lancar dan baik, walaupumln di waktu tertentu ada hambatan lalulintas berkenaan dengan kegiatan masyarakat seperti unjuk rasa, sehingga menghambat atau menggangu kelancaran oeprasional di 4 kolidor khususnya di kolidor 2 dan 5, karena unjuk rasa atau demo selalu dilakukan di jalur SSA yang terdapar kolidor 2 dan 5 BisKita,” tambahnya.

Eko berharap, 2 kolidor tersisa bisa segera dioperasionalkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat jadi maksimal berjalan diseluruh kolidor yang ada di Kota Bogor. “Kita harapkan semuanya tuntas, 6 kolidor sesuai perencanaan dapat dioperasionalkan BisKita bagi masyarakat,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.