Sesuaikan Kemampuan Daerah, Pemkab Alokasikan Insentif Nakes Sebesar Rp90 Miliar

Bupati Bogor Ade Yasin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang dalam penanganan Covid-19.

Bupati Ade Yasin mengatakan, anggaran tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab pemerintah kepada para nakes. Meski sebelumnya anggaran tersebut ditanggung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Saya kira insentif itu juga perlu karena nakes itu kerjanya juga berat dan berisiko. Jadi ya itu jadi risiko daerah lah,” kata Ade Yasin, Senin (2/8/2021).

Untuk proses penacairannya, Ade Yasin menyebut jika hal itu sudah mencapai 65 persen.

“Laporan dari BPKAD sekarang sudah 65 persen pencairannya,” ungkap Ade Yasin.

Namun demikian, peralihan beban anggaran insentif nakes ini juga berdampak pada besaran yang diterima nakes.

Jika pada 2020 dokter spesialis sebelumnya mendapatkan Rp15 juta kini Rp7,5 juta. Dokter umum atau gigi sebelumnya Rp10 juta kini Rp5 juta.
Bidan atau perawat sebelumnya Rp7,5 juta kini Rp3,75 juta. Dan tenaga kesehatan lainnya sebelumnya Rp5 juta kini menjadi Rp2,5 juta.

“Jadi ini adalah perintah dari Kementerian Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah ditahun 2021 untuk mencairkan insentif nakes minimal 50 persen dibanding insentif sebelumnya. Ini menyesuaikan juga dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.