Sering Ditutup Paksa, Galian Ilegal di Desa Nambo Bandel Beroperasi Lagi

Alat berat terus beroperasi meski sudah ditutup pada galian di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. IST

KLAPANUNGGAL – Galian liar di lahan Perhutani tak jauh dari Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo kembali beroperasi setelah sebelumnya ditutup pihak berwenang.

Beroperasinya galian tanah merah ini membuat Pemerintah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kesal.

Kepala Desa, Nambo Nanang mengatakan, galian liar di desanya ini tidak berizin. Sehingga sering kali ditutup.

“Kalau sudah ada giat galian lagi di wilayah desanya saya langsung kesana untuk memberikan teguran secara langsung,” ujar Nanang kepada wartawan di depan kantor Desa Batarjati belum lama ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Nambo tidak pernah sama sekali mengeluarkan persetujuan lingkungan untuk aktivitas galian. Sebab, lahan yang digunakan milik Perhutani yang jelas-jelas tidak diperuntukkan untuk kegiatan ilegal.

“Itu gak ada izinnya, karena tanah perhutani yang digali, saya selaku pemerintah Desa Nambo gak berani mengeluarkan izin lingkungan,” tandasnya.

Sementara, Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengaku akan menindaklanjuti adanya kegiatan galian ilegal di Kecamatan Klapanunggal.

“Kita akan minta penjelasan dari pemerintah kecamatan, khususnya Kasi Trantib, kalau memang sudah terbukti melakukan kegiatan ilegal akan kita tindak,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.