Serapan Masih di Bawah 40 Persen, Asmawa Ancam Mutasi Pejabat Berkinerja Lamban

PJ Bupati Bogor Asmawa Tosepu. IST

CIBINONG – Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengaku tak segan untuk melakukan mutasi terhadap pejabat di Kabupaten Bogor yang berkinerja lamban.

Menurutnya, pejabat seperti itu hanya akan mengganggu jalannya program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran

“Pasti saya akan mutasi, kalau memang lambat masa dibiarkan,” tegas Asmawa, Minggu (2/6/2024).

Asmawa mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor dengan besar Rp11 triliun hingga kini belum terserap maksimal.

Dia menyebut bahwa serapan anggaran itu hingga memasuki semester pertama di tahun 2024 masih di bawah 40 persen.

“Tentu kalau kita menggunakan teori kurva s, maka harusnya penyerapan hari ini minimal ada di angka 35-40 persen, tp faktanya masih di bawah. Maka dari itu kita perlu percepatan, itu intinya,” kata Asmawa.

Menurut dia, masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bogor yang lambat dalam menyerap anggaran. Dia mengaku mengevaluasi pegawai OPD tersebut mulai dari tingkat kepala OPD, pengawas, hingga pejabat administrator.

Karena hal itu, Asmawa juga mengaku tak segan untuk memberikan sanksi kepada pegawai yang lalai dalam menjalankan fungsinya untuk pembangunan daerah.

“Tugas kita adalah membina, tapi kalau tidak bisa dibina ya kita binasakan, itu halal hukumnya, karena tidak mungkin kita biarkan. Ini sudah dianggarkan tapi tidak dilaksanakan kasian, kasian masyarakat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Dia juga mengaku tidak senang jika terdapat uang belum terpakai, karena menurut dia dana itu bisa langsung dimanfaatkan untuk pembangunan yang sudah dianggarkan.

“Uang masih ada di dompet tapi tidak digunakan kan mubazir, harusnya bermanfaat. Saya orang yang tidak senang ada uang di kas daerah, harusnya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Asmawa menekankan serapan anggaran yang maksimal juga harus diimbangi dengan output yang jelas dan bermanfaat.

“Program kegiatan di sana sudah jelas untuk kemasyarakatan umat, untuk kesejahteraan masyarakat. Indikator pada saat saya akan melakukan evaluasi kinerja OPD adalah instrumen utamanya bagaimana penyerapan anggaran,” pungkas Asmawa. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.