Selasa Besok, Pembukaan Jembatan Otista Dihadiri Presiden Jokowi

Sejumlah warga sedang melintas di Jembatan Otista, dimana pasca pembangunan masih belum bisa dilalui kendaraan. IST

BOGOR – Presiden Indonesia Joko Widodo dijadwalkan akan hadir dalam pembukaan Jembatan Otista, Selasa (19/12/23).
Dan mulai Selasa, jembatan yang dibangun dengan anggaran provinsi tersebut bisa dilalui kendaraan.

Saat ini kondisi di lokasi Jembatan Otista sendiri sudah terlihat bersih dan para pekerja juga sudah tidak berada di jembatan.


Untuk beberapa pekerjaan minor seperti pemasangan JPU, pengecatan trotoar, dan sebagainya juga sudah rampung dilakukan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengatakan, jika konstruksi baru dari jembatan Otista ini sudah melalui tahap perhitungan yang sangat matang, khususnya soal ketahanannya terhadap beban serta getaran.


Bahkan Rena menambahkan, jika Jembatan Otista yang baru selesai direvitalisasi ini bisa bertahan 80 hingga 100 tahun ke depan.


“Estimasinya itu, jembatan itu tahan 80 sampai 100 tahun. Nanti paling pun ada perbaikan-perbaikan railing atau apalah, tapi kalau jembatannya sudah didesain 80 sampai 100 tahun,” tandasnya.


Selain itu, Rena juga menjelaskan, soal hasil musyawarah dengan berbagai pihak yang kemudian diputuskan jika Pemkot Kota Bogor mengambil opsi untuk tetap mempertahankan pelengkung jembatan bangunan masa kolonial Belanda sebagai salah satu heritage.


Kemudian Jembatan Otista yang awalnya menjadi penyumbat lalu lintas di jalur sistem satu arah (SSA) di pusat kota tersebut, sekarang ini dilebarkan menjadi 22 meter dengan badan jembatan seluas 17 meter lalu sisanya adalah pedestrian.


“Itu sudah sepakat, untuk itu ada beberapa penyesuaian perencanaan, termasuk tingkat elevasi, ketinggian,” terang Rena.


Jadi ketika pelengkung dan semuanya dibongkar dari badan jembatan ada kenaikan sebanyak 1,8 meter.


Hal itu kemudian menyebabkan bangunan Jembatan Otista yang baru memiliki kemiringan sebanyak 5 derajat.


Kemudian, pelengkung yang tadinya menopang Jembatan Otista ini selama ratusan tahun, kini menjadi objek wisata baru di Kota Bogor.


“Bisa dilihat lewat tangga inspeksi di bawah, jadi ditinggal sebagai objek wisata di situ. Dia tidak membebani dan membebani struktur jembatan yang baru. Jadi dia berdiri sendiri, jadi sebagai hiasan aja,” pungkas Rena.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.