Seks Bebas Jadi Faktor Utama Penularan HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS. IST

MEGAMENDUNG – Seks bebas masih merupakan faktor utama risiko penularan Human Immunodeficiency Virus/AIDS. Melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan serta tidak mengenakan pengaman bisa meningkatkan risiko penularan virus ini. 

Tak hanya itu, penyimpangan seks juga bisa menyebabkan kasus HIV meningkat. Hal tersebut dikatakan dr. Diah Kusuma Wardhani dari RSUD Leuwiliang, Rabu (22/6/2022). “Akibat pergaulan bebas angka penyebaran virus setiap tahunnya meningkat,” kata dr Diah.

dr. Diah Kusuma Wardhani menjelaskan, penularan HIV/AIDS itu lewat tiga hal yaitu lewat darah atau pemakaian jarum bersama, hubungan seksual, dan penularan dari ibu kepada bayinya baik saat hamil, melahirkan ataupun menyusui.

“Kalau di RSUD Leuwiliang setiap tahun kasusnya meningkat. Kalau data per bulan bisa cek data di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ia menuturkan, penularan akan terjadi jika mereka melakukan perilaku seksual yang beresiko. Kalau mereka melakukan hubungan seksual tidak menggunakan kondom akan memungkinkan terjadinya penularan.

Selain itu, ia menjelaskan orientasi seksual yang mana identitas seksual atau orientasi seksual dan ekspresi gender itu laki-laki ataupun perempuan yang menyatakan dirinya itu transgender. Kalau saat ini ada yang transgender man dan trans women.

“Kalau orientasi seksual kan itu homoseksual, jadi kalau LGBT dan SLR memang mereka memiliki gangguan di orientasi seksualnya. Kalau untuk ekspresi mereka hanya mengekspresikan dirinya contohnya seperti laki-laki mengekspresikan perempuan. Itu tidak mencerminkan orientasi seksual dan tidak bisa diketahui dari luar kecuali atas pengakuan dirinya,” paparnya.

Ia menjelaskan, jadi yang namanya homoseksual itu ada nama sekala fungsi. Jadi penyimpangan seksual terdiri dari enam yaitu heteroseksual murni, heteroseksual lebih banyak sedikit homoseksual, Heteroseksual dan homoseksual, homoseksual kadang-kadang heteroseksual, homoseksual sesekali heteroseksual dan homoseksual sepenuhnya.

Di sisi lain, saat ini lebih banyak penyimpangan seksual karena perilaku, pertemanan ataupun lingkungan yang mendorong terjadinya penyimpangan seksual.

“Itu harus ada pengakuan, kita tidak bisa secara menilai orang dari luarnya, harus ada pengakuan dari orang tersebut. Kalau yang diluar sebetulnya dia normal tapi hanya mengekspresikan saja, karena tidak kelihatan,” pungkasnya. =FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.