Sekian Lama Mati Suri, Nobat Hidup Lagi

0
181

BOGOR – Program nongol babat atau ‘nobat’ pernah begitu populer pada masa kepemimpinan Bupati Bogor Rachmat Yasin. Namun, mati suri setelah sosok yang akrab disapa RY tak lagi menjabat.

Kini, ‘nobat’ coba kembali dihidupkan oleh kepala daerah yang baru sepekan dilantik, yakni Ade Yasin, notabene merupakan adik RY.

Kawasan Puncak, Cisarua, menjadi sasaran awal nobat. Bukan rahasia umum, kawasan Puncak tidak hanya kaya potensi wisata alamnya, tapi juga dikenal dengan aktivitas maksiat.

Kabid Bina Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengungkap, nobat akan digalakkan kembali untuk mendukung visi dan misi Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan.

“Hari ini, operasi penegakan peraturan daerah menjaga ketertiban umum dimulai dengan menyisir kawasan Puncak Cisarua. Banyak laporan maraknya bangunan rumah tinggal milik masyarakat, utamanya yang dikontrakan untuk maksiat,” ujarnya kepada pakuanraya online, Selasa (8/1/2018).

Dijelaskan, pihaknya akan menindak tegas para pelanggar perda ketertiban umum. Bangunan rumah tinggal yang terbukti ada aktivitas asusila, kegiatannya akan dihentikan, bahkan dimungkinkan dibongkar.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Habib Agil mengatakan, nobat terdapat dalam Program Panca Karsa pasangan kepala daerah Ade Yasin-Iwan Setiawan.

“Saya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan 3 Bogor Selatan mendapat laporan jika masyarakat sudah sangat resah dengan aktivitas maksiat. Apalagi para pelakunya merupakan pendatang,” ucap legislator asal Fraksi PPP.

Yang membuat Habib Agil prihatin, aktivitas maksiat sudah menjamah pemukiman. Jika dibiarkan akan berdampak buruk terhadap anak-anak dalam beberapa tahun ke depan.

“Sekarang warga sini (Cisarua) jadi penonton, yang dikhawatirkan ke depannya jadi penerus. Dalam kasus ini saya punya kewajiban menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban umum, bahkan membasmi penyakit masyarakat,” tegasnya.

Sementara, puluhan wanita tunasusila, pasangan mesum dan pemilik rumah sewa berhasil diamankan dalam razia penyakit masyarakat yang dilakukan di empat titik yakni di Desa Batulayang, Desa Kopo, Desa Cibeureum dan Desa Tugu Utara. Mereka digiring di Kantor Kecamatan Cisarua untuk didata dan kemudian di kirim ke panti sosial.

YUSMAN HADIWIBOWO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.