Satu Staf Positif Covid-19, Pemdes Sukamulya Hentikan Pelayanan Publik

Semua staf Pemerintah Desa Sukamulya menjalani tes swab antigen di Puskesmas Cicangkal. Hasil tes, semua aparatur desa negatif Covid-19. Fahri | Pakar

RUMPIN – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya menutup sementara pelayanan publik di kantor desa selama tiga hari. Hal itu dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi penularan virus, pasca adanya seorang staf desa yang positif terpapar Covid-19.

Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Sukamulya Agus Santhony mengatakan, penutupan sementara itu dilakukan mulai hari Senin (1/2/2021) hingga Rabu, 3 Februari mendatang.

Hal ini sebagai upaya sterilisasi untuk pencegahan penularan virus corona. “Staf yang positif sudah ditangani pihak medis dan langsung isolasi mandiri. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Sementara seluruh staf lainnya juga sudah menjalani tes antigen di Puskesmas Cicangkal dan hasil tesnya negatif semua,” ungkap Agus Santhony, Selasa (2/2/2021).

Ia menambahkan, sesuai arahan pihak puskesmas Cicangkal dan Satgas Covid Kecamatan, seluruh areal kantor juga telah disemprot cairan disinfektan. Sementara untuk pelayanan publik tetap dilakukan melalui Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun (Kadus).

“Hari Kamis (4/2) lusa, pelayanan publik di kantor desa akan dibuka kembali. Tapi pelayanan itu akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Cicangkal, dokter Tatik Yuniarti membenarkan adanya seorang staf Pemdes Cicangkal yang positif terpapar Covid-19. Ia pun mengungkapkan telah melakukan tes antigen kepada semua staf aparatur desa tersebut.

“Kami sudah tangani secara medis seorang staf yang positif tersebut. Saat ini yang bersangkutan sudah isolasi mandiri dan terus dipantau kondisinya oleh petugas kami. Selain itu, kami juga sudah lakukan tracking kepada semua kontak dan melakukan tes antigen. Bersyukur hasil tes semua staf desa, hasilnya negatif,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Cicangkal mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan protikol kesehatan ketat, apalagi bagi para aparatur pemerintahan yang sudah seharusnya menjadi teladan bagi warga masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Lakukan pola hidup sehat dan bersih serta laksanakan protokol kesehatan 5 M. Karena Covid-19 ini nyata dan kita semua harus tetap waspada,” pungkasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.