Satpol-PP Bongkar Kios Pedagang Kecil di Tengah Pandemi

Alat berat milik Pol-PP Kabupaten Bogor sedang mengeksekusi bangunan PKL di pintu masuk Pasar Cisarua. Yusman | Pakar

CISARUA – Pedagang Kaki Lima (PKL) sodetan di pintu masuk Pasar Cisarua kembali dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja, Senin (22/3/2021).

Pembongkaran PKL sodetan bukan kali pertama dilakukan, bahkan sudah beberapa kali. Tidak ada solusi membuat pedagang menabrak aturan demi bisa kembali berusaha.

Selain itu, minimnya koordinasi antara eksekutor dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti membuat lokasi bekas PKL dibiarkan terbengkalai, sehingga membuka peluang bagi pedagang untuk kembali mendirikan bangunan.

Sekretaris Dinas Satpol-PP Kabupaten Bogor, Imam W Budiana mengatakan, penertiban PKL sodetan di pintu masuk Pasar Cisarua masuk dalam program penertiban pasar di seluruh Kabupaten Bogor.

“Pasar Cisarua menjadi yang kelima setelah Pasar Parung, Cileungsi, Cibinong dan Pasar Cigudeg,” ujar Mantan Kabid Aset di BPKAD ini.

Disinggung penertiban ini pesanan PD Pasar Tohaga, Sekdis Satpol-PP ini membantahnya. Menurutnya, penertiban ini karena adanya aduan warga yang ketertiban dan keamanannya terganggu, karena lokasi yang digunakan pedagang bukan peruntukannya.

“Bukan pesanan PD Pasar Tohaga ini ada aduan warga,” tegasnya.

Sebanyak kurang lebih 50 kios luluh lantah dihantam alat berat yang dibawa penegak Perda Kabupaten Bogor.

Sementara, Direktur eksekutif Rumpun Hijau, Sunyoto menyayangkan Satpol-PP yang masih mempertahankan cara-cara lama dalam melakukan penertiban.

Padahal, pembongkaran PKL sodetan pintu masuk Pasar Cisarua bukan pertama kali dilakukan. Namun cara ini justru tidak membuat jera para pedagang, malah semakin menjadi.

“Ini akibat tidak ada solusi, dan Satpol-PP hanya memaksakan pembongkaran sebagai senjata andalannya meski tidak berdampak kedepannya,” ungkap Sunyoto.

Seharusnya, Pol-PP belajar dari pengalaman dan belajar dari daerah-daerah lain yang Berhasil menjadikan PKL sebagai sumber devisa daerah.

“Pol-PP kabupaten Bogor malah mempertahankan cara yang salah, kan pembongkaran ini juga pasti butuh biaya besar,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.