Sambil Panen Ubi, Ade Yasin Minta Dinas Maksimalkan Program Ketahanan Pangan

Bupati Ade Yasin saat berbincang dengan petani ketika melakukan kunjungan ke Desa Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya. Prayogha | Pakar

TENJOLAYA – Kedatangan Bupati Bogor Ade Yasin ke wilayah Desa Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya, disambut antusias warga. Disela kunjungannya itu, Ade Yasin juga menyempatkan diri untuk ikut panen ubi bersama para petani. Dalam kesempatan itu, Ade Yasin juga menyampaikan soal program ketahanan pangan bagi masyarakat.

Ade mengatakan, untuk program ketahanan pangan di Kabupaten Bogor dialokasikan sebesar 20 persen dari anggaran pemerintah daerah (Pemda). “Bahkan banyak juga kepala desa yang mempertanyakan, 20 persen ketahanan pangan bentuknya seperti apa programnya. Kedepan saya tugaskan kepala dinas ketahanan pangan untuk mengguidance kepala desa, mana saja alokasi anggaran yang 20 persen itu. Untuk program masyarakat dan bermanfaat ada hasilnya,” ujar Ade Yasin, Kamis (31/3/2022).

Menurutnya, masih banyak para petani yang menjual hasil panen kepada para tengkulak. Kedepan, Pemda akan berupaya untuk menjual hasil panen dengan harga yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Ya rata-rata mereka langsung ke pasar ya, diusahakan jangan ke tengkulak pasti harganya naik turun. Mudah-mudahan mereka dirangkul oleh dinas pertanian dan Pemda dengan harga yang bagus. Jadi bisa langsung ke pasar atau ke pusat penampungan sayur terbesar di pasar TU kayumanis,” jelasnya.

Ade Yasin juga mengaku akan memfasilitasi para petani dan mendorong sektor peralatan tani maupun ketersediaan pupuk bagi petani. “Saya kira ini harus difasilitasi oleh pemerintah termasuk pupuknya karena kita setiap tahun mendapatkan bantuan pupuk terus alat-alat pertanian dan lain-lain. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada petani yaitu dengan bantuan pupuk,” imbuhnya.

Sementara, dihadapan Bupati, petani ubi, Eman menuturkan, saat panen raya dirinya bisa menghasilkan 5 ton ubi dengan rentan waktu 4 bulan sekali. “Di jual ke tanah tinggi Jakarta, ya tiap panen kisaran 5 ton perempat bulan sekali. Alhamdulilah tidak rugi, mudah-mudahan dibilang ramadhan ada peningkatan harga,” singkatnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.