Salurkan Bantuan Sejak Puluhan Tahun, Warga Nambo Apresiasi CSR PPLI Hingga Meraih Award dari Pemprov Jabar

Warga Desa Nambo merasakan bantuan CSR PT PPLI sejak puluhan tahun. IST

CIBINONG – Perusahaan pengolah limbah bahan beracun berbahaya (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) terus meraih Corporate Social Responsibility (CSR) Award dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan ini diberikan bukan tanpa alasan dan sejumlah program yang dijalankan juga bukan hanya sebatas kegiatan charity, namun juga program yang bersifat sustainability atau berkelanjutan.

“Terimakasih, kami sekali lagi mengucapkan terimakasih dan kami memberikan apresiasi karena dengan adanya kontribusi PPLI terhadap desa kami yang begitu luar biasa dan selalu disalurkan setiap tahunnya. Membuat dana CSR yang dialokasikan setiap tahunnya menjadi tambahan PAD desa nambo,” kata Kepala Desa Nambo Nanang kepada wartawan.

Nanang juga menilai bahwa secara umum PPLI selama ini sudah mengikuti prosedur yang ada.

“Sudah menerapkan sesuai aturan dan selama ini juga tetap menjalin hubungan baik dengan Pemerintah Desa,” ujarnya.

Lanjut, menurutnya dalam program CSR PPLI juga sudah mencakup semua bidang mulai dari dukungan infrastruktur pendidikan, dan kesehatan, maupun bantuan tahunan kepada warga berbentuk sembako.

Nanang mencontohkan salah satu program yang berkelanjutan dari PPLI adalah pendirian puskesmas pembantu (Pustu).

“Keberadaan Pustu ini sangat membantu. Sebelum ada Pustu, warga yang akan berobat harus ke puskesmas Klapanunggal yang jaraknya lebih jauh,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu warga RT 11/06, Inah (42) mengucapkan terimakasih kepada PT PPLI karena telah menyalurkan segala kebutuhan khususnya untuk masyarakat Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah saya cocok berobat di Pustu. Obat-obatnya paten. Dokter dan bidannya melayani dengan baik dan untuk biayanya tidak terlalu mahal hanya Rp 5.000 dan itu untuk administrasi berobat di Puskesmas Klapanunggal juga segitu biayanya. Udah dapat obat dan dilayani dokter atau bidan,” terangnya.

Terkait biaya 5000 rupiah tersebut, petugas Pustu Ela mengaku biaya tersebut merupakan ketentuan dari Puskemas klapanunggal. “Ini kebijakan pemerintah, bukan dari Pustu. Bahkan bila pakai kartu asuransi atau BPJS tidak dipungut biaya sama sekali,” jelasnya.

Selain puskesmas, perhatian PPLI juga terlihat dari dukungan pembangunan infrastruktur di Desa Nambo.

“Di RT 11 RW 06 ini PPLI mensupport beberapa pembangunan seperti mushola dan sarana pendidikan. Bukan hanya itu saat musim kemarau juga masyarakat kita mendapatkan kurang lebih 70 tangki air bersih dan langsung di distribusikan ke masyarakat,” ucap Ketua RT 11/06, Lanin Saptadipura.

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga kerap kali menerima bantuan sembako dari PT PPLI setiap tahunnya.

“Setiap tahun kita terus menerima bantuan sembako dari PPLI dan langsung diterima seluruh warga. Bahkan dibandingkan perusahaan – perusahaan yang lain yang ada di Desa Nambo, PPLI merupakan perusahaan yang paling sering membantu kebutuhan masyarakat dan 20 warga kita juga mendapat pekerjaan dari PPLI, baik di perusahaan maupun dari kontraktor,” tukasnya. =AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.