Salahgunakan Dana Bos, Kejari Bakal Periksa Yayasan SMP Technology 25 dan Disdik

Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Age | Pakar

CIBINONG – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor berencana akan memanggil pihak Yayasan dan Dinas Pendidikan terkait penyalahgunaan Dana Bos (Bantuan Operasional Sekolah) SMP Technology 25 Cijeruk.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor, Ate Quesyini Ilyas bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggi Yayasan SMP Technology 25 dan Dinas Pendidik Kabupaten Bogor. “Yah pasti kita akan memanggil yayasan (SMP Technology 25). Dan untuk Disdik juga pastinya akan dipanggil juga untuk dikonfirmasi, dan mempertanyakan dana Bos ini mekanismenya seperti apa,” katanya kepada PAKAR.

Ia menuturkan bahwa pemanggilan tersebut untuk mempertanyakan apakah penyalurannya melalui Pusat atau Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kita perlu tau, apakah dia (yayasan)!menerima langsung dari pusat atau dari dinas pendidikan. Dan yayasan ini tidak berjalan terjadi karena pandemi, makanya kita perlu memanggil Disdik juga untuj mempertanyakan data siswanya berapa,” tuturnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bogor melalui DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) telah mencabut izin operasional SMP Tekhnology 25 usai memanipulasi Dana BOS. “Ya kita sudah terima surat limpahan dari Disdik (Dinas Pendidikan) dan sekarang sedang dalam proses pencabutan izin operasional SMP tersebut yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk,” kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan pada Kamis 21 Maret 2024 lalu.

Dirinya mengungkapkan alasan pihaknya mencabut izin operasional SMP Tekhnology 25 tersebut dikarenakan adanya laporan terkait pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) fiktif, sehingga hal itu adanya indikasi penyalahgunaan dana BOS. “Alasan kita cabut karena ada surat pelimpahan dari Disdik serta adanya laporan tidak adanya murid, namun dapodik di SMP swasta ini masih aktif serta terus menerima dana BOS. Maka dari itu saat ini sedang kita segerakan pencabutan izin operasionalnya,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kabid Pelayanan Perizinan Operasional DPMPTSP Kabupaten Bogor, Soimah Murni Ningsih mengatakan bahwa saat ini sedang proses pencabutan izin operasional SMP Tekhnology 25. Bahkan dirinya menegaskan bahwa bulan Maret 2024 ini pihaknya akan menyelesaikan proses surat pencabutan izin sekolah swasta tersebut yang terletak di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. “Iyah, surat dari Disdik sudah ada di saya, dan sekarang sedang proses pencabutan. Kemungkinan bulan ini akan kita selesaikan surat pencabutannya atau segera mencabut izin sekolah tersebut,” tegasnya Kamis 21 Maret 2024.

Ia menerangkan bahwa hasil dari pengawasan koordinator kegiatan pengawasan insidental, bahwa pihaknya menditeksi adanya indikasi pelaku usaha melakukan kegiatan tidak sesaui dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Pihak yayasan tidak kooperatif dan tidak dapat dipanggil dua kali atau tidak menemui. Lalu pihak yayasan itu pun terdeteksi tidak ada kegiatan kbm secara rutin, dan pengelola sekolah mengakui telah menggunakan dana bos dari tahun 2019 sampai dengan 2023, saat dikonfimasi dari rt dan warga setempat tidak ada kegiatan pembelajaran,” imbuhnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.