Salah Hitung, Kades Bantarjati Ngaku Tekor, Bappenda: Kritik Boleh Tapi Harus Beretika

Kepala Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor mengangkat kaki di atas meja pelayanan Bappenda Kabupaten Bogor. IST

KLAPANUNGGAL – Kepala Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Supena Jaya Atmaja mengaku kecewa sekaligus tekor, karena adanya penurunan angka Bagian Hasil Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD).

Saking kecewanya, dia mengontrog kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dan melakukan aksi menaikkan kaki di atas meja pelayanan.

“Betul kejadian kemarin, saya ontrog kantor Bappenda dengan menaikkan kaki di atas meja pelayanan, dan itu salah satu aksi yang saya sampaikan dalam bentuk kekecewaan terhadap Bappenda,” kata Supena Jaya Atmaja.

Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya harus mengembalikan uang senilai Rp22 juta, karena ada kesalahan penghitungan yang dilakukan Bappenda Kabupaten Bogor.

“Masa kita minus dan harus mengembalikan uang Rp22 juta, sementara anggaran tahap pertama itu sudah terserap, dan sudah terealisasi. Bahkan, sudah menjadi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Lalu Bappenda hanya menyebut ada kesalahan perhitungan dan itu yang membuat saya marah,” ungkapnya.

Supena meminta Bappenda Kabupaten Bogor melakukan koreksi ulang angka di peraturan bupati (Perbup) tahap kedua.

Sementara itu, salah satu Staf Bappenda Kabupaten Bogor, yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa kepala desa tersebut tidak punya etika karena telah menaikkan kaki di atas meja bagian pelayanan.

“Tinggal menilai saja punya etika atau tidak kepala desa itu. Apa lagi dia kan pejabat publik, dan saya lihat juga dia menaikkan kaki saat kantor dalam keadaan sepi atau kosong. Makanya dia berani seperti itu, kalau jam kerja pastinya Kades itu akan ditegur. Kritik boleh, tapi caranya tidak begitu juga,” tandasnya. =AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.