Rutin Beri Makanan Bergizi, DPRD Bantu Pemkab Cianjur Tekan Kasus Stunting

Saat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, memberikan bantuan paket sembako asupan gizi pada bayi dan anak di Aula Desa Maleber, Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – DPRD Kabupaten Cianjur, berkolaburasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, gelar penanganan kasus stunting di Aula Desa Maleber, Seniin (27/6/2022). Pasalnya, sesuai dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur angka stunting diwilayah Kabupaten Cianjur masih tinggi atau berada di angka 30 persen.


Informasi yang berhasil diihimpun, hadir dalam acara sosialisasi pemahaman pencegahan stunting tersebut, diantaranya, Ketua DPC PDI Perjuangan Susilawati dan Fraksi PDIP, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Kab Cianjur, Dinas Sosial (Dinsos) Kab Cianjur, RSUD Cianjur, RSDH Cianjur, Sekertaris Kecamatan (Sekmat) Karangtengah dan Kepala Desa (Kades) Maleber, di Aula Desa Maleber.


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati mengatakan, tujuan dari kegiatan sosialisasi pemberian makanan bergizi bagi bayi dan anak. “Memang kegiatan iini, akan dilakukan secara rutin oleh Fraksi PDI Perjuangan. Tujuannya, untuk membantu pihak pemerintah, didalam hal menekan dan menurunkan angka stunting diwilayah Kabupaten Cianjur. Adapun sebagai targetnya, pada tahuun 2024 harus diturunkan hingga menjadi 14 persen,” tegas Susilawati kepada wartawan, Seniin (27/6/2022).


Selama ini, lanjut Susilawati pihaknya secara rutin, harus turun ke lokasi-lokasi yang ada kasus stunting agar supaya mereka paham bagaimana memberikan asupan makanan bergizi pada anak. “Salah satu contohnya, seperti tadi dari Dinas Kesehatan, DPPKBPPA, RSUD, RSDH bersama Puskesmas memberikan pemahaman tentang makanan asupan bergizi terhadap anak dan bayi,” terangnya.


Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur angka stunting masih tinggi atau sekitar 30 persen. Pasalnya, penanganan kasus stunting diwilayah Kabupaten Cianjur ini, memang membutuhkan komitmen semua pihak yang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing dinas terkait.

“Memang rata-rata kasus stunting ini datang dari keluarga kurang mampu makanya kami mendatangkan dinas terkait sepperti dari Dinas Sosial (Dinsos) agar pencegahan bisa menyeluruh mulai dari, pola asuh, sanitasi air, dan faktor pendukung kesehatan lainnya. Karena penanganan stunting ini, diperlukan kolaburasi dan kerja keras seluruh OPD Pemkab Cianjur harus terlibat di dalamnya yang akan memberikan pemaparan, mengenai pencegahan dari sisi kesejahteraan,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.