Ringkus Jaringan Pengedar Narkoba, Polresta Bogor Kota Amankan 2,2 Kilogram Sabu

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo kepada wartawan saat konferensi pers di Pospam Terminal Baranangsiang, Selasa (25/1/2022). (Putri-Magang)

BOGOR – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Bogor Kota meringkus puluhan bandar dan kurir peredaran narkoba yang selalu beraksi di wilayah Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, diawal tahun ini tim dari Sat Narkoba berhasil mengungkap sebanyak 2,2 kilogram sabu dan sebanyak 1,5 kilogram ganja dengan total tersangka sebanyak 20 orang.

“Dari 20 orang ini beberapa pengungkapan menonjol, yang pertama adalah tersangka TB Rahman Hidayat (36). Tersangka ini ditangkap di perumahan Citoh Cibungbulang Bogor pada tanggal 23 Desember sekitar pukul 6.50 WIB atau jam 7 pagi, dengan barang bukti sebanyak 5 ons,” kata Susatyo kepada wartawan saat konferensi pers di Pospam Terminal Baranangsiang, Selasa (25/1/2022).

Kemudian untuk tersangka lainnya, lanjut Susatyo, yakni Deni Saefulloh (33) ditangkap pada 25 Desember pukul 01.00 malam. “Ini adalah hasil dari razia lalu lintas,” ujarnya.

Salain itu, polisi juga menangkap Mulyadi (26) di Ciomas Permai, dengan barang bukti hampir 1 kilogram sabu, dan tersangka Doni (21) di wilayah Baranangsiang atau Bina Marga Kota Bogor dengan barang bukti setengah kilogram.

Ia pun memaparkan bahwa para tersangka ini ketika melakukan aksinya dengan modus yang sama yaitu menggunakan modus address atay sel terputus, dimana diantara mereka (penjual dan pembeli, red) menentukan titik yang memang sudah diatur oleh mereka.

“Mereka merupakan jaringan Bogor Raya yang meliputi wilayah Bogor Kota, Kabupaten dan Cianjur. Kami menerapkan dengan pasal 114 ayat 1 maupun ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup ataupun penjara paling singkat 6 tahun,” tandasnya.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Muhammad Ilham mengungkapkan penangkapan ini menjadi penangkapan terbesar Satresnarkoba Kota Bogor sejak dibentuk. Ilham pun mengatakan akan bekerja sama dengan Polda untuk monitoring bandar narkoba jaringan Bogor Raya. “Kita akan mengungkap nanti atasnya (bandar) yang masuk ke wilayah Bogor,” ucapnya.

Para tersangka akan dikenakan hukuman sesuai pasal 114 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, ataupun penjara paling singkat 6 tahun. (Putri-Magang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.