Restoran di Puncak Memilih Tutup, Ini Kata PHRI

Restoran di Jalan Raya Puncak ini tutup sejak diberlakukannya PPKM Darurat. Yusman | Pakar

MEGAMENDUNG – Sejak diberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat aktivitas sektor usaha pariwisata nyaris tak berjalan. Bahkan, puluhan restoran memilih tutup daripada melayani take away atau delivery.

Wakil Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswandi mengatakan, mayoritas restoran atau resto di kawasan Puncak yang melayani Dine in tutup. “Rata-rata restauran memilih tutup sejak PPKM Darurat,” ujar Boboy kepada wartawan.

Meskipun sektor usaha restoran diizinkan tetap beroperasi, namun dengan adanya kebijakan larangan makan dan minum di tempat (dine in) membuat sepi pengunjung. Sebab, sebagian besar pengunjung yang datang adalah wisatawan berasal dari luar Bogor yang ingin menikmati suasana udara dan pemandangan di Puncak.

“Orang yang datang ke restoran di Puncak kan bukan hanya sekedar makan minum saja, tapi menikmati suasananya,” ungkapnya.

Sehingga, layanan delivery atau take away kurang diminati. Tak hanya restoran, sektor perhotelan di Kabupaten Bogor terutama di kawasan Puncak pun demikian. Adanya larangan tempat wisata untuk beroperasi berimbas pada anjloknya tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di wilayah itu.

Disisi lain adanya penyekatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat juga menyebabkan jumlah wisatawan menurun.

“Berdasarkan data dari teman-teman kemarin, rata-rata okupansi hotel di bawah 5 persen,” ungkapnya.

Salah satu contohnya Hotel Ayuda yang dikelola dirinya. Selama masa PPKM Darurat, tingkat hunian kamar hanya terisi di bawah 5 persen dari kapasitas yang tersedia. “Okupansi 5 persen saja sekarang sudah bagus,” ucapnya.

Lanjut dia, kondisi tingkat hunian sempat membaik di awal tahun 2021 dibandingkan pada tahun lalu dimana pandemi Covid-19 baru-baru melanda dunia sehingga semua hotel hampir tutup.

“Maret 2021 sempet membaik 30 persen. Ya kalau kondisinya masih seperti ini, kemungkinan terburuk ada yang tidak bisa bertahan,” terangnya.

Kendati saat ini masih tetap beroperasi, lanjut Boboy, namun pemilik hanya mempekerjakan karyawan disaat ada tamu yang akan menginap di hotel.

“Kita mempekerjakan karyawan seperlunya dan jadwalnya juga tidak normal seperti biasa,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.