Rest Area Sepi, PKL di Kawasan Puncak Kembali Didata dan Segera Dibongkar

CISARUA – Sepinya kondisi rest area disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena belum pindahnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Puncak, Cisarua. Hingga saat ini, PKL tetap menjamur dan tidak ditertibkan. Bahkan banyak PKL yang belum pindah ke rest area, padahal pembangunan rest area itu untuk menampung para PKL agar berada di satu titik pusat rest area.

Faktor lainnya, hingga kini penegakan Perda terkait keberadaan PKL masih lemah dilaksanakan. Terbukti, bangunan-bangunan PKL di kawasan puncak masih saja berdiri tegak, walaupun terbukti melanggar aturan Perda, pihak Satpol PP Kabupaten Bogor tidak melakukan penertiban dan pembongkaran. Menyikapi hal itu, saat ini, sejumlah pihak sedang gencar melakukan pendataan ulang terhadap para PKL di kawasan Puncak.

Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri mengatakan, dari hasil rapat dengan pemerintah pusat agar segera dilakukan relokasi para pedagang ke rest area.

“Saat ini Satpol PP sedang memberikan surat edaran untuk segera direlokasi, mengingat pemerintah Kabupaten Bogor sudah di komplain oleh pemerintah pusat, lantaran rest area sudah jalan, tapi belum di aktifkan,” ungkapnya, Kamis (13/06).

Dari total 600 PKL, sebanyak 70 persen pedagang sudah siap direlokasi dan sebagian sudah memiliki kunci kios. “Sebanyak 70 persen pedagang sudah membuat kontrak siap pindah dengan PT Sayaga dengan total 376 pedagang,” paparnya.

Lebih lanjut, dari hasil rapat beberapa waktu lalu, Pemkab Bogor ditekan untuk segera merelokasi para pedagang yang masih berjualan di trotoar Jalan Raya Puncak. “Pada intinya hasil rapat dengan Kementerian dan pemerintah provinsi agar para PKL segara di bongkar dan segera pindah ke rest area. Sebanyak 226 pedagang sudah mengambil kunci kios dan yang sudah berjualan ada sekitar 112 perdagangan. Kami tentunya selalu mendukung segala kegiatan yang akan nantinya diajukan oleh masyarakat dan para pedagang,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.