Rawan Bencana, Warga di Kecamatan Pagelaran Cianjur Diminta Waspada

Camat Pagelaran Denny Widya Lesmana. Esya | Pakar

CIANJUR—Tingginya intensitas hujan diwilayah Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, menimbulkan potensi rawan longsor. Pasalnya Kecamatan Pagelaran, merupakan salah satu daerah rawan bencana. Kondisi tersebut dipicu karakteristik wilayah yang merupakan kawasan perbukitan.


Camat Pagelaran Denny Widya Lesmana membenarkan jika wilayahnya merupakan daerah rawan dan berpotensi terjadi bencana. Terutama tanah longsor karena wilayah Kecamatan Pagelaran, merupakan wilayah yang dikelilingi oleh kawasan perbukitan.


“Memang beberapa bulan terakhir sampai sekarang hujan masih terus terjadi. Ini akan menimbulkan potensi kerawanan kebencanaan, terutama tanah longsor, relatif cukup tinggi,” kata Denny, kepada wartawan Minggu (17/7/2022).


Menurutnya tingginya curah hajan ini akan memicu terjadi beberapa kali bencana tanah longsor. Meskipun, skalanya masih bisa dikategorikan ringan. Dari 14 desa di Kecamatan Pagelaran, kata Denny, pihaknya mewaspadai potensi bencana bisa terjadi di semua wilayah. Koordinasi pun senantiasa diintensifkan dengan semua unsur Forkopimcam, termasuk relawan tangguh bencana (retana).


“Hampir disetiap turun hujan, longsor dapat dipastikan ada. Meskipun, hanya terjadi longsoran kecil, seperti dari tebing ke jalan, namun Alhamdulilah langsung dapat teratasi. Kami terus memantau perkembangan di lapangan, apalagi sampai sekarang hujan masih terjadi. Sosialisasi ke masyarakat juga kami lakukan, terutama upaya-upaya antisipasi risiko bencana,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Fatah Rizal, mengaku sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta arahan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, intensitas potensi bencana hidrometeorologi berangsur turun. Namun potensinya tetap harus diwaspadai dan diantisipasi karena masih terjadi hujan. “Memang pada dasarnya Pemkab Cianjur tidak memperpanjang terkait situasi bencana hidrometeorologi yang berakhir pada 31 Mei 2022,” kata Rizal, belum lama ini.

Meskipun sudah dilakukan rapat koordinasi menyikapi kondisi cuaca. Poin penting dari rapat koordinasi itu menyangkut potensi menghadapi kemarau. “Hingga saat ini, kami selalu mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan berbagai potensi bencana, baik saat musim hujan ataupun kemarau,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.