Ratusan Rutilahu di Karang Tengah Belum Dapat Bantuan, Begini Kondisinya

BABAKANMADANG – Maraknya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Ratusan rumah masih berharap adanya realisasi bantuan secepatnya, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Warga 03/07 Kampung Cimandala, Juju mengaku pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah terkait Rutilahu. “Saya belum mendapatkan bantuan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” katanya.

Lanjutnya, bahwa untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) pun rumahnya tidak memiliki, kadang dirinya pun numpang di tetangga atau mandi di aliran kali yang tidak jauh dari rumahnya.“Kadang saya mandi numpang di rumah tetangga, atau pun di aliran kali yang tidak jauh dari rumah,” ungkapnya.

“Karena saya memiliki riwayat penyakit jantung, saya selalu diam dirumah, sedangkan suami saya kerja serabutan atau buruh petani,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan warga di Kampung Malingping, karena bukan dirinya saja yang memiliki kondisi rumah seperti ini, tetapi ada ratusan rumah warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Tengah, H. Suhandi mengatakan bahwa pihaknya saat ini menunggu uang anggaran pencairan Rutilahu dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

“Karena untuk tahun ini terdapat 4 rumah yang kita usulkan, dan itu pun kami masih menunggu uang anggaran dari Pemda. Karena anggaran untuk Rutilahu tersebut belum cair,” jelasnya.

Ia pun berdalih bahwa sekitar 300 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari tahun 2008 sudah melakukan perbaikan menjadi Rumah Layak Huni (Rulahu) dan itu pun bantuan dari donatur.

“Sekitar 300 sudah kita bangun bersama donatur dari tahun 2008 awal saya menjabat menjadi Kepala Desa, namun hingga saat ini masih tersisa 200 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” bebernya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.