Ramai-ramai Warga Demo Jalan di Wilayah Timur, Ini Penjelasan UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Salah satu ruas jalan di wilayah Gunung Putri yang alami kerusakan parah. IST

CILEUNGSI – Masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bogor mulai kritis terhadap kondisi infrastruktur jalan saat ini.

Hal itu tergambar dari banyaknya aksi demo yang dilakukan masyarakat akibat jalan di wilayahnya tak kunjung diperbaiki.

Seperti belum lama ini aksi demo dilakukan masyarakat Kecamatan Gunung Putri. Terbaru aksi demo dilakukan masyarakat Cileungsi.

Aksi ini mulai dari penutupan jalan hingga tanam pohon pisang. Bahkan, warga mengadakan lomba mancing di mana kolamnya tak lain adalah lubang jalan.

Kepala UPT infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A wilayah IX Cileungsi, Supriatna mengatakan, rentetan kejadian aksi demo kerusakan jalan di wilayahnya sebenarnya karena ketidaksabaran masyarakat.

“Yang didemo masyarakat ini sebenarnya sudah masuk proyek peningkatan jalan, namun saat ini masih proses lelang,” kata Supriatna saat dihubungi wartawan, Senin (8/7/2024).

Ia menjelaskan, ruas jalan yang masuk proyek peningkatan tentunya tidak tersentuh pemeliharaan. “Iyah kan mau masuk proyek pembangunan, jadi tidak pemeliharaan,” ucapnya.

Kondisi ini memang membuat masyarakat tidak faham. “Jadi mohon maaf kalau yang rusak parah tidak kami perbaikan, karena kami sedang menunggu proses lelang untuk selanjutnya jalan itu dibangun,” terangnya.

Saat ini, UPT infrastruktur jalan dan jembatan Kelas A wilayah IX Cileungsi sedang melakukan pemeliharaan jalan di 4 kecamatan wilayah tugasnya, di antaranya, Kecamatan Cileungsi, Klapanunggal, Gunung Putri dan Citeureup.

“Sekarang sudah hampir 30 persen pemeliharaan jalan dilakukan yang tersebar di sejumlah titik,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeliharaan jalan dilakukan perkegiatan tidak berdasarkan volume

Pemeliharaan terus dilakukan sesuai yang direncanakan. “Karena kan kami juga punya rencana dan data dalam setahun mana saja yang masuk pemeliharaan, mana yang masuk peningkatan jalan, itu sudah terdata,” bebernya.

Ia juga menjelaskan, jika memang masih ada jalan kabupaten yang masih rusak itu tak lain karena kekuatan anggaran pertahunnya yang tidak bisa dipaksakan.

“Saya secara pribadi inginnya semua jalan rusak diperbaiki, tapi kembali lagi kepada kekuatan anggaran APBD kita,” ucapnya.

Namun demikian, pihaknya terus se-optimal mungkin agar jalan-jalan yang rusak bisa tertangani.

“Tapi lagi butuh waktu, tidak tahun ini mungkin tahun depan,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.