Raih BHPRD Tertinggi, Kecamatan Babakan Madang Masih Miliki Ribuan RTLH

Inilah salah satu rumah tidak layak huni yang ada di wilayah Kecamatan Babakan Madang. Age | Pakar

CIBINONG – Kecamatan Babakan Madang hingga saat ini masih memiliki ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang rutin mendapatkan bantuan dari Pemkab Bogor. Kendati Kecamatan Babakan Madang meraih BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) tertinggi di Kabupaten Bogor, namun persoalan RTLh masih menjadi fokus perhatian yang harus diselesaikan.

RTLH yang ada di wilayah Kecamatan Babakan Madang jumlahnya pun sangat fantastis. Tercatat ada sebanyak 2.036 Rutilahu dari 9 Desa di Kecamatan Babakan Madang tersebut. Inilah angka Rutilahu yang tercatat di Kecamatan Babakan Madang. Di Desa Babakan Madang sebanyak 500 Rutilahu, Desa Bojong Koneng sebanyak 565 Rutilahu, Desa Cijayanti sebanyak 171 Rutilahu, Desa Cipambuan sebanyak 150 Rutilahu.
Desa Citaringgul sebanyak 200 Rutilahu.
Desa Kadumanggu sebanyak 138 Rutilahu. Desa Karang Tengah sebanyak 310 Rutilahu, Desa Sentul nihil (tidak ada).
Desa Sumur Batu sebanyak 2 Rutilahu.

Padahal, di Kecamatan Babakan Madang terdapat tiga desa yang mendapatkan BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) tertinggi di Kabupaten Bogor dengan nilai miliaran rupiah. Diantaranya di Desa Citaringgul tahun 2023 ini mendapatkan BHPRD senilai Rp 4,1 miliar. Desa Sumur Batu tahun 2023 ini mendapatkan BHPRD senilai Rp 2,4 miliar, dan di Desa Cijayanti tahun 2023 ini mendapatkan BHPRD senilai Rp 1,7 miliar.

Salah satu Sekretaris Desa Citaringgul, Ai Sopyan Iskandar membenarkan bahwa diwilayahnya ada ratusan Rutilahu yang belum mendapatkan pembenahan.

“Benar, total ada 100an lebih Rutilahu di Citaringgul dan tahun ini dapat bantuan dari Pemda ada 6 unit dan kita Pemerintah Desa juga menyeumbabg 6 unit untuk pembenahan Rutilahu dari anggaran BHPRD,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Wildan mengatakan bahwa ada 5 urutan yang mendapatkan BHPRD tertinggi di Kabupaten Bogor.

“5 urutan tersebut terdiri dari Desa Citaringgul dengan nilai Rp 4,1 miliar, Desa Ciangsana Rp 3,1 miliar, Desa Sumur Batu Rp 2,4 miliar, Nagrak Rp 1,9 miliar, Sukamani Rp 1,7 miliar, Cileungsi Kidul Rp 1,7 miliar, Limus Nunggal Rp 1,7 miliar, Cijayanti Rp 1,7 miliar,” katanya.

Ia menuturkan peruntukan nilai BHPRD itu untuk operasional atau gaji para pegawai Pemerintah Desa dan bisa digunakan juga untuk pembangunan tergantung kebijakan.

“Peruntukannya itu biasanya untuk operasional mereka (pegawai) atau gaji. Dan pembangunan juga bisa tapi itu kebijakan dari mereka. Kalau ada lebih mangga (silahkan) untuk pembangunan,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.