Putusan ‘WKWK’

Redaktur Pelaksana Harian PAKAR, Roy Andi. IST

Sejumlah pihak sebenarnya berharap jika hasil dan putusan dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), selain memberhentikan atau memecat Ketua Mahkamah Konstitusi.

Ya, mengagalkan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapresnya Prabowo Subianto.

Perlu diketahui, jika putusan MKMK ini tujuannya adalah membacakan putusan perkara dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim konstitusi.

Perkara tersebut muncul setelah adanya putusan MK tentang uji materi UU Pemilu, yang terkait dengan syarat menjadi capres-cawapres.

Meski salah satu putusan perkara salah satunya membahas tentang permintaan agar MKMK membatalkan putusan MK, tentang uji materi UU Pemilu terkait syarat capres-cawapres.

Namun, MKMK memberikan penjelasan bahwa mereka tidak bisa membatalkan putusan MK terkait uji materi UU Pemilu yang berkaitan dengan syarat capres-cawapres.
Alasannya, bahwa putusan MK yang sudah keluar terkait syarat capres-cawapres, ya bersifat mengikat sehingga tak bisa diubah oleh MKMK.

Jadi, apa yang diungkap MKMK melalui ketuanya Jimly Asshiddiqie, hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim.

Nah, hasil ini membuat Gibran Rakabuming Raka tetap bisa ikut Pilpres 2024. Karena, yang membuat Gibran bisa ikut Pilpres 2024 dasarnya adalah putusan MK tentang uji materi UU Pemilu perihal syarat capres-cawapres.

Bukan rahasia lagi, jika melalui putusan MK itu akhirnya menjadi ‘karpet merah’ Gibran ikut Pilpres 2024.

Padahal, sebelumnya sudah ramai dan menjadi polemik jika persoalan terkait MK tersebut adalah status Gibran yang merupakan anak Presiden Joko Widodo, ditambah juga keponakan dari Ketua MK Anwar Usman, yang kini sudah dipecat dari jabatannya oleh MKMK.

Hubungan kekerabatan Gibran dan Anwar Usman ini diduga mempengaruhi MK meloloskan uji materi UU Pemilu, yang mempermudah Gibran ikut kontestasi di pilpres.

Karena pada ujungnya Gibran tetap bisa maju, meski Anwar Usman diberhentikan karena melakukan pelanggaran berat.
Bahkan, banyak yang mempelesetkan putusan MKMK ini jadi putusan WKWK (tanda orang tertawa terbahak-bahak).


Ini menjadi lucu, seperti diungkapkan komedian dan sutradara Ernest Prakasa yang turut berkomentar atas putusan yang dibacakan Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie.
Menurut Ernest, Anwar dipecat dari jabatan ketua MK, bukan dipecat dari MK. Alhasil, paman dari Cawapres Gibran Rakabuming Raka tetap aktif sebagai hakim MK.


“Om tetep aktif sebagai Hakim MK. Gibran gimana? Ya tetep jadi Cawapres emoticon tertawa,” kata Ernest, dikutip dari X.
Bagaimana kelanjutannya dari sandiwara ini. Maka kita tunggu saja kejutan-kejutan lainnya.(*)

Penulis
Roy Andi
Redpel Harian Pakuan Raya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.